Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: CCTV Rekam Kepanikan AKBP Basuki di Kostel, Kuasa Hukum Soroti Banyak Kejanggalan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

CCTV Rekam Kepanikan AKBP Basuki di Kostel, Kuasa Hukum Soroti Banyak Kejanggalan

By Dickri Tifani
Kamis, 27 Nov 2025
Share
4 Min Read
Kuasa hukum keluarga mendiang Dwinanda Linchia Levi, Zainal Abidin Petir. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Zainal Abidin Petir, kuasa hukum keluarga almarhumah Dwinanda Linchia Levi, mengungkap bahwa saksi kunci dalam kasus kematian dosen Untag Semarang, AKBP Basuki, terlihat dalam kondisi panik ketika berada di Kostel Mimpi Inn di Jalan Telaga Bodas Raya, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin pagi (17/11/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Petir setelah ia melakukan pertemuan dengan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng pada Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa gerakan AKBP Basuki terekam jelas melalui kamera CCTV kostel. Menurutnya, pejabat polisi itu sudah berada di dalam area kostel sejak Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kecurigaan muncul karena setelah masuk ke dalam kostel, AKBP Basuki tidak terlihat keluar sama sekali dan diduga bermalam bersama Levi.

“Setelah masuk, dia tidak keluar-keluar. Apa yang dilakukan sampai pagi? Kemudian dia sering keluar-masuk lorong untuk mengambil minum. Di kostel itu kan kulkasnya hanya satu. Kalau sekadar keluar mengambil minum tidak masalah, tetapi AKBP Basuki itu metu-mlebu, keluar-masuk berkali-kali seperti orang panik. Nah, paniknya itu karena apa?” ungkap Petir saat ditemui Indoraya.News.

Ketika ditanya mengenai kondisi AKBP Basuki saat masuk ke kostel—apakah menunjukkan gelagat aneh atau kondisi tubuh tertentu—Petir mengatakan bahwa ia belum melihat ulang rekaman CCTV tersebut.

“Kondisinya saya belum tahu. Yang jelas, dia masuk berdua. Apakah jalannya sempoyongan, tegar, atau dirangkul, saya tidak tahu. Dia masuk sejak sore dan berada di sana sampai pagi. Pagi tidak terlihat keluar,” ujarnya.

Petir juga menyoroti sejumlah hal janggal di lokasi kejadian. Ia mempertanyakan mengapa tubuh Levi ditemukan dalam posisi “tergeletak begitu saja”, seolah tidak sedang tidur bersamaan dengan AKBP Basuki. Menurutnya, bila keduanya memiliki kedekatan, tidak wajar posisi tidur terpisah, terlebih tubuh korban berada di lantai.

“Kok iso nggeletak ngono? Opo turu dewe-dewe? Kalau pacaran, ya tidak tidur sendiri-sendiri. Kok di lantai? Itu yang saya tanyakan pada penyidik. Kenapa di lantai? Apakah terjatuh? Atau setelah aktivitas tertentu korban tak sadar dan diletakkan di lantai untuk dibersihkan? Kalau membersihkan pakai air di kasur kan bisa membuat kasur basah. Secara logika bagaimana?” bebernya.

Lebih jauh, ia juga mempertanyakan soal estimasi waktu kematian Levi.

“Saya mempertanyakan sebenarnya meninggalnya jam berapa. CCTV menunjukkan pukul 05.30 pagi. Saya yakin sebelum jam itu korban sudah meninggal. Ini keyakinan saya. Supaya jelas, matine iki jam piro?” tegas Petir.

Menurut rekaman CCTV, Levi ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB. Namun keanehan muncul karena AKBP Basuki baru membuat laporan ke polisi sekitar pukul 10.30 WIB.

“Laporannya baru jam 10.30. Ngapain selama itu? Kenapa tidak segera melapor? Wong dia polisi. Panik. Paniknya kenapa? Orang panik itu biasanya karena ada kesalahan atau ketakutan,” ungkapnya.

Petir menilai bahwa perkara ini sebenarnya tidak rumit untuk diungkap. Rekaman CCTV berfungsi, dan sejumlah barang bukti sedang dianalisis oleh Laboratorium Forensik Polda Jateng.

“Sederhana. Almarhumah satu kamar dengan AKBP B. Di situ meninggal dunia. Sebelumnya, AKBP B sudah beberapa hari di situ. Alat buktinya ada, CCTV menyala, terlihat keluar-masuk kamar. Sudah bisa dibaca penyidik. Tinggal menunggu bukti penunjang lain dari labfor dan HP-nya. Jadi ini sederhana. Kita tunggu saja siapa tersangkanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa kamera CCTV di lokasi memperlihatkan berbagai aktivitas di area kostel.

“Kalau aktivitas biasa ya keluar-masuk. Tetapi rangkaian keluar-masuk itu bisa disusun menjadi kronologi peristiwa,” jelasnya.

TAGGED:AKBP BasukiPolda Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Jepara Kucurkan Rp7,7 Miliar Alsintan untuk Petani, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Bus DAMRI Karimunjawa Jepara Resmi Beroperasi Tahun Ini, Tarif Rp7.000 Per Orang

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?