Ad imageAd image

Catat 7 Rumah Rusak Akibat Banjir, BPBD Kota Semarang Siapkan Dana Bantuan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 816 Views
3 Min Read
Banjir yang merendam di sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat 7 rumah mengalami kerusakan akibat banjir yang merendam di Ibu Kota Jawa pada beberapa hari yang lalu.

Maka dari itu, BPBD Kota Semarang sedang melakukan penghitungan kerugian kerusakan rumah dan infrastruktur akibat bencana tersebut. Setelah terhitung total, bantuan alokasi dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) akan digelontorkan.

“Setidaknya terdapat tujuh rumah rusak terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 38 rumah masuk kategori parah justru akibat tanah longsor dan tertimpa pohon tumbang. Kerusakan rumah itu sedang kami hitung nilai kerusakannya, setelah itu kami ajukan usulan BTT,” jelas Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3/2024).

BACA JUGA:   Dugaan Jaksa Aniaya dan Culik Agus Hartono, Kejati Jateng Sebut Tidak Benar dan Sesuai Prosedur

Endro mengatakan, dalam masa transisi pasca-banjir proses pendataan kerugian akibat kerusakan yang disebabkan bencana dilakukan bersama jajaran instansi teknis terkait.

Hal ini menjadi tugas BPBD Kota Semarang untuk melakukan assesment atau pendataan rumah yang rusak terdampak banjir, pendataan kerusakan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan.

Setelah pendataan, pihaknya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yaitu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, termasuk secara vertikal dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, dan pemerintah pusat.

BACA JUGA:   Bea Cukai dan Satpol PP Tindak 700 Kali Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Tradisional

Misalnya kerusakan Jalan Raya Kaligawe merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jalan Woltermonginsidi di bawah kewenangan provinsi.

Menurutnya, masing-masing OPD teknis tersebut telah menghitung titik-titik kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. Khusus di Kota Semarang, pihaknya akan mengajukan usulan BTT.

“Jalan rusak relatif cukup merata karena hujan lalu menimbulkan genangan dampaknya aspal mengelupas. Misalnya jalan milik kota dan perkampungan akan menjadi kewenangan OPD sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, penanganan bencana harus dilakukan secara kolaboratif. Mbak Ita sapaan akrabnya mengatakan, penanganan bencana memerlukan banyak pihak yang bergabung.

BACA JUGA:   Relawan Gibran A-Z Deklarasi Dukungan untuk Prabowo-Gibran di Semarang Sore Ini

“Ini sangat berarti sekali bagi kami, bagi masyarakat Kota Semarang karena tidak mungkin kami Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sendiri yang memberikan bantuan,” kata Mbak Ita.

Mbak Ita mengatakan, kolaboratif lintas instansi tersebut tak hanya dalam distribusi logistik bantuan saja. Koordinasi dengan sejumlah pihak tersebut menurutnya akan mempercepat proses penanganan hingga pasca-bencana.

“Setelah banjir juga akan dilakukan pembersihan, rehabilitasi rumah, dan fasilitas umum. Penanganan ini akan dilakukan secara kolaboratif. Nanti akan bersama-sama untuk melakukan penanganan pasca-banjir,” katanya.

Share this Article
Leave a comment