INDORAYA – Di tengah harga emas Antam yang menguat ke Rp2.307.000 per gram hari ini, minat masyarakat untuk menabung emas fisik meningkat tajam sebagai lindung nilai inflasi dan fluktuasi rupiah.
Kasus penipuan emas palsu—seperti batangan berlapis atau sertifikat palsu—naik 35 persen sejak awal 2025 menurut laporan OJK. Untuk itu, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui divisi Logam Mulia menegaskan bahwa pembelian resmi hanya dilakukan di 12 butik Logam Mulia resmi dan mitra terdaftar seperti Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, serta e-commerce resmi di Tokopedia dan Shopee yang bekerja sama langsung.
“Setiap batangan emas Antam dilengkapi sertifikat keaslian berhologram, nomor seri unik, dan kemasan blister anti-pemalsuan—jangan membeli di luar kanal ini,” kata Senior Manager Logam Mulia Antam, Budi Santoso, dalam rilis resmi pagi ini.
Langkah resmi membeli emas Antam untuk tabungan:
- Kunjungi Butik Resmi. Lokasi terdekat di Jakarta (Gedung Antam Jl. TB Simatupang), Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan lainnya. Bawa KTP untuk transaksi di atas Rp10 juta sesuai aturan PPATK.
- Pilih Ukuran Sesuai Kebutuhan. Mulai dari 0,5 gram (Rp1,2 juta) hingga 1 kg (Rp2,3 miliar), dengan premi lebih rendah untuk ukuran besar. Untuk tabungan rutin, pilih 1–10 gram per bulan.
- Periksa Fisik dan Sertifikat. Pastikan ada cap LBMA, logo Antam, berat gramasi tepat, hologram mengkilap, dan nomor seri cocok di batang serta sertifikat. Gunakan aplikasi “Antam Gold Scanner” untuk verifikasi QR code.
- Bayar dan Simpan Aman. Gunakan transfer bank atau QRIS, hindari tunai. Simpan di brankas pribadi atau sewa safe deposit box di bank (biaya Rp500 ribu–Rp1,5 juta/tahun).
- Jual Kembali via Buyback Resmi. Harga buyback hari ini Rp2.172.000/gram, hanya diterima jika sertifikat dan kemasan utuh.
Bagi yang tidak bisa ke butik, Pegadaian Digital dan BRANKAS LM (aplikasi resmi Antam) menawarkan pembelian online dengan pengiriman terenkripsi dan asuransi.
“Kami menjamin 99,99 persen kemurnian emas 24 karat, dan setiap transaksi tercatat di sistem blockchain untuk transparansi,” tambah Budi.
Pakar investasi emas dari HRTA Gold, Thendra Awak, menyarankan, “Untuk tabungan jangka panjang, beli saat harga koreksi (di bawah Rp2.250.000) dan jangan tergiur diskon 10–20 persen dari pedagang pinggir jalan—itu tanda palsu.”
Data BPS menunjukkan 65 persen pembeli emas fisik adalah kelas menengah untuk dana darurat dan pernikahan, dengan rata-rata pembelian 5 gram per transaksi.
Hindari penipuan: jangan membeli emas “tanpa sertifikat” di marketplace umum, toko kelontong, atau dari kurir tidak resmi.
OJK mencatat 1.200 laporan emas palsu senilai Rp45 miliar sepanjang 2025, mayoritas dari pembelian online tanpa verifikasi. Untuk cek keaslian, bawa ke laboratorium Sucofindo atau gunakan alat uji XRF di Pegadaian (biaya Rp50 ribu).
Membeli emas Antam secara resmi bukan hanya investasi, tapi warisan keluarga—pastikan setiap gram terlindungi, terverifikasi, dan tumbuh nilainya seiring waktu. [dm]


