Ad imageAd image

Cak Imin Keluar Koalisi, PAN Sebut Peluang Erick Thohir Menguat Sebagai Cawapres Prabowo

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 949 Views
2 Min Read
Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan peluang Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres Prabowo Subianto menguat usai PKB keluar dari koalisi.

Kata dia, Koalisi Indonesia Maju (KIM) bakal memperhitungkan nama Erick untuk menjadi pendamping Prabowo.

“Sejalan dengan dinamika politik yang ada, kami yakin peluang Erick Thohir menjadi cawapres Prabowo semakin menguat. Paling tidak, setelah Cak Imin keluar dari KIM, salah seorang kandidat telah keluar. Dengan begitu, KIM dipastikan akan semakin memperhitungkan Erick Thohir dan menetapkannya dalam skala prioritas,” ujar Saleh dalam keterangannya, Minggu (3/9/23).

BACA JUGA:   Didukung Kiai Jateng, Prabowo: Kiai Paling Penting Doanya

Dia juga mengatakan bahwa PAN akan tetap konsisten mendukung Erick Thohir untuk maju di Pilpres 2024. Namun begitu, pihaknya akan menghormati setiap usulan dari partai pro Prabowo.

“PAN tetap akan konsisten mendukung Erick Thohir sebagai cawapres Prabowo. Namun tentu saja PAN akan menghormati usulan partai Golkar yang mendorong Airlangga atau kader partai Golkar lainnya,” ujar dia.

Saleh juga menyinggung elektabilitas Erick Thohir yang lebih baik dibadingkan kandidat lainnya dan masih berada di barisan teratas. Oleh karena itu, menurutnya, wajar sekali kalau Erick Thohir dijadikan sebagai skala prioritas.

BACA JUGA:   Hasil Hitung Cepat di Kantor Gerindra Kota Semarang Tunjukkan Prabowo-Gibran Unggul Sementara

Namun dia juga mengatakan bahwa hal itu masih menjadi harapan dan proposal PAN. Dalam pembicaraan di tingkat internal KIM, usulan ini akan disampaikan lantaran setiap pihak punya hak untuk melakukan assesment dan penilaian.

“Dalam konteks pilpres, pasangan Prabowo-Erick Thohir dinilai paling tepat. Ada unsur tua-muda, militer-sipil, memahami bisnis dan keuangan, representasi nasionalis-religious, dan memahami geopolitik dan sistem pertahanan keamanan,” ungkap dia.

“Kuncinya memang dalam kedaulatan dan pertahanan. Negara kita harus berdaulat dalam segala aspek; ekonomi, sosial, politik, budaya, dan keamanan. Di dalam kedaulatan ini martabat bangsa akan semakin diperhitungkan. Nah, posisi seperti ini ada pada pasangan Prabowo-Erick Thohir,” tambahnya.

BACA JUGA:   Sekjen PDIP Sebut Peluang Prabowo Bertemu Megawati Saat 17 Agustus
Share this Article