INDORAYA – Bus Rapit Transit (BRT) Trans Jateng rute Temanggung-Magelang-Borobudur ditargetkan beroperasi dan melayani masyarakat Jawa Tengah pada tahun 2027 mendatang.
Rute Temanggung-Magelang-Borobudur yang ditargetkan menjadi koridor kedelapan ini merupakan bagian dari strategi penguatan transportasi publik berbasis pariwisata.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng, Arief Djatmiko menjelaskan bahwa pada 2026 ini fokusnya adalah tahap pemantapan dan sosialisasi.
“Pengembangan berikutnya akan dimulai dengan koridor Magelang-Temanggung, dari Temanggung sampai Borobudur. Itu pembukaan rute baru 2027,” ujar Miko, sapaan akrabnya, di Kompleks Kantor DPRD Jateng, Selasa (6/1/2026).
Miko menegaskan, pembukaan rute ini selaras dengan RPJMD Jawa Tengah yang memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata. Oleh karena itu, pembukaan jalur ini bukan semata untuk komersial, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam membuka akses transportasi publik.
“Pendekatan kita sesuai dengan RPJMD membuka rute yang mendukung konsep kepariwisataan,” beber Miko.
Selain rute ini, Dishub Jateng juga tengah mempersiapkan pengembangan dua koridor baru lainnya. Rute Batang-Pekalongan (Petanglong) yang mendukung kawasan industri ditargetkan beroperasi pada 2028, setelah saat ini dinyatakan siap untuk uji trek.
“Kemudian 2028 rencananya bersama dengan Petanglong, Jepara-Kudus-Pati. Kalau Batang-Pekalongan sudah siap untuk uji trek,” tegas Miko.
Sementara itu, rute Jepara-Kudus-Pati juga masuk dalam rencana pengembangan pada tahap berikutnya.
Hingga saat ini, Trans Jateng telah mengoperasikan tujuh koridor dengan total 115 armada bus, meliputi Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Magelang-Purworejo, Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, dan Solo-Wonogiri.


