INDORAYA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, menyambangi kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta atau UNS, untuk mematangkan peluang kerja sama pengembangan PAUD di Jateng.
Kedatangan istri Wakil Gubernur Jateng tersebut disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi dan Informasi, Irwan Trinugroho, di Ruang Sidang UNS Tower Ki Hajar Dewantara, Rabu (15/10/2025).
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak berdiskusi tentang isu-isu strategis PAUD, serta merumuskan apa saja peluang yang bisa dikolaborasikan untuk pengembangan pendidikan jenjang PAUD di Jawa Tengah.
Dari diskusi, beberapa peluang yang bisa disinergikan ialah peningkatan kompetensi dan pemberian beasiswa bagi guru PAUD, pendampingan lembaga PAUD untuk menyiapkan akreditasi, pembentukan satuan PAUD, dan pendampingan piloting PAUD Emas.
Kemudian juga mencakup penyusunan modul pembelajaran PAUD Emas, penempatan mahasiswa PLP dan KKN UNS untuk mengajar di PAUD, serta pendampingan revitalisasi PAUD di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
Bunda PAUD Nawal Arafah Yasin mengatakan, penjajakan kerja sama dengan UNS ini sangat penting untuk mewujudkan PAUD holistik integratif yang merata, bermutu, berkeadilan, dan berkualitas di Jateng.
Pasalnya, berdasarkan data BPS, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jateng pada 2024 hanya 47,65 persen. Selain itu, tantangan lainnya ialah tidak semua desa di Jateng memiliki layanan PAUD.
Nawal berharap, UNS bisa memberikan pendampingan dan mendukung program unggulan yang telah dicanangkan Bunda PAUD Jateng. Salah satunya, PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat).
“Dengan pendampingan dari UNS ini, bagaimana sih konsep dari PAUD Emas ini bisa kita lakukan. Sehingga pendidikan bisa merata dan bisa meningkatkan keikutsertaan aktif dari anak usia dini, untuk bisa sekolah di PAUD,” tutur dia.
Begitu juga program-program lainnya yang membutuhkan pendampingan dari UNS. Meliputi Jateng Sayang PAUD (Jateng Semangat Nyokong PAUD), Sedulor PAUD (Siji Deso Loro PAUD), serta Cerito lan Dolanan Karo Bapak (Cilukba).
Nawal menekankan, upaya ini merupakan bagian dari visi Ngopeni Nglakoni yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Di mana Bunda PAUD Jateng memiliki slogan “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Pra Sekolah”.
“Mudah-mudahan penjajakan kerja sama dengan UNS ini segera mencapai kesepakatan agar bisa memberikan dampak positif dalam pengembangkan pendidikan PAUD di Jawa Tengah,” harap Ketua TP PKK Jateng tersebut.
Menyambut baik rencana itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi dan Informasi UNS, Irwan Trinugroho, siap mengerahkan seluruh sumber daya manusia (SDM) di kampusnya, untuk meningkatkan kualitas PAUD di Jateng.
Dia menyampaikan, pihaknya siap melakukan pendampingan dalam hal penyusun modul dan pengembangan kurikulum PAUD, penempatan mahasiswa KKN untuk mengajar di PAUD, hingga peningkatan kapasitas guru PAUD.
Ditekankan, UNS terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk Bunda PAUD Jateng. Apalagi Gubernur Ahmad Luthfi sejak awal menjabat sudah sepakat bekerja sama dengan kampusnya.
“Ini searah dengan programnya Pak Rektor yang pingin UNS ini berdampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya menjadi menara gading, tapi brkontribusi nyata bagi pembangunan wilayah,” ucap Irwan.
Setelah pertemuan ini, Bunda PAUD Jateng dan UNS akan bersama-sama menyusun draft nota kesepahaman atau MoU, untuk selanjutnya disepakati dan ditandatangani guna memperkuat kerja sama kedua belah pihak.


