INDORAYA – Perum Bulog memastikan program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun 2026 akan dilakukan secara berkelanjutan dengan target total 1,5 juta ton selama satu tahun penuh. Langkah ini disiapkan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar sekaligus memastikan pasokan tersedia secara merata bagi masyarakat.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, pola distribusi SPHP pada 2026 akan diubah agar tidak lagi terhenti seperti tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran dirancang berlangsung konsisten dari awal hingga akhir tahun.
“Penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton ke depan yang kami akan melaksanakan strateginya sepanjang tahun. Jadi tidak seperti yang lalu terpotong-potong,” ujar Rizal kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Rizal menjelaskan, distribusi yang berkesinambungan menjadi kunci pencapaian target. Pada 2025, realisasi penyaluran SPHP tercatat hanya 802.939 ton dari target 1,5 juta ton karena distribusi dilakukan tidak merata sepanjang tahun.
“Kemarin dulu jauh dari target karena kepotong-potong. Januari sampai Maret penjualan. Terus awal April berhenti. Muncul lagi Agustus baru jualan lagi. Nah nanti harapan kami ke depan, penjualan SPHP ini berjalan sepanjang tahun. Dari Januari sampai Desember. Jadi tidak ada yang terputus gitu loh,” jelasnya.
Selain memperbaiki skema distribusi, Bulog juga tengah mengkaji kemungkinan pelonggaran aturan pembelian beras SPHP di tingkat konsumen. Selama ini, masyarakat dibatasi membeli maksimal dua kemasan per orang.
“Kan kalau dulu satu orang hanya bisa beli dua pack. Nah sekarang mungkin bisa ditambah dan lain sebagainya ke depan. Kita akan ajukan dulu ke Bapanas supaya juga turnover-nya itu juga banyak,” kata Rizal.
Namun demikian, rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelum diterapkan secara resmi.
Strategi penyaluran beras SPHP sepanjang tahun ini menjadi salah satu agenda utama dalam rapat kerja nasional (rakernas) Bulog yang digelar selama dua hari, Minggu (11/1/2026) hingga Senin (12/1/2026). Rakernas tersebut dipimpin langsung oleh Rizal dan diikuti seluruh pimpinan wilayah serta jajaran direksi Bulog.
Rizal menyebutkan, rakernas digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menegaskan, pencapaian target pangan tidak bisa dilakukan Bulog seorang diri.
“Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air,” ujarnya.
Selain penyaluran SPHP, Bulog juga membahas penguatan cadangan beras pemerintah (CBP). Pada 2026, Bulog mendapat penugasan menyerap gabah petani sebanyak 4 juta ton setara beras, meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton.
“Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya, agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” ucap dia.
Tak hanya beras, Bulog juga ditugaskan menyerap jagung sebanyak 1 juta ton dan kedelai 70 ribu ton, serta bersinergi dengan Polri dalam pelaksanaannya. Di sektor hilir, Bulog mendapat mandat menyalurkan Minyakita sebanyak 720 ribu kiloliter bersama ID Food dan Agrinas Palma.


