Ad imageAd image

Budiman Sudjatmiko Dinilai Kehilangan Peran Sehingga Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 680 Views
3 Min Read

INDORAYA – Direktur LPPI (Lembaga Penelitian Pemberdayaan Indonesia) Joko J Prihatmoko menilai mantan aktivis 98 dan politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko telah kehilangan perannya, sehingga memutuskan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Diketahui Budiman Sudjatmiko baru saja membentuk Relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) dan menyatakan deklarasi dukungan kepada bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kota Semarang, Jumat (18/8/2023).

Menurut Joko J Prihatmoko, Budiman bermanuver mendukung Prabowo karena telah kehilangan perannya. Baik peran di PDIP maupun di DPR. Langkah Budiman dinilai ingin mengembalikan peran yang hilang tersebut.

BACA JUGA:   Tahun Baru Hijriah, Kemenag Jateng Ajak Umat Islam Teguhkan Komitmen Membangun Peradaban

“Politik itu soal peran dan dari peran itu muncul akses. Kemarin Pak Budiman mendukung Pak Prabowo karena selama ini dia kehilangan peran, baik di PDIP maupun peran politis misalnya DPR,” ujarnya saat dihubungi Indoraya.news, belum lama ini.

“Jadi langkah dia mendukung Pak Prabowo ini karena sedang mengembalikan agar dia punya peran,” imbuh Joko.

Menurut pengamat politik dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) ini, faksi atau kelompok Budiman Sudjatmiko di PDIP tidaklah terlalu besar. Sehingga peran dan pengaruhnya juga tidak terlalu besar.

BACA JUGA:   Petani Kendal Ini Hibahkan Tanahnya: Dapat Penghargaan Hingga Namanya Diabadikan

“Faksi di PDI juga nggak besar banget. Jadi partai itu ada banyak faksi, faksionalisme, kelompok-kelompok. Saya kira kelompoknya ga besar kan di PDI. Nah karena itu faksinya gak mayor dia perannya gak besar,” beber Joko.

Di luar itu, ia menilai alasan Budiman memilih deklarasi di Jawa Tengah karena ingin meningkatkan popularitas Prabowo Subianto. Pasalnya suara Prabowo di Jateng kalah telak saat melawan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

“Kedua juga menaikkan popularitas Pak  Budiman dalam rangka menaikkan peran. Pernyataannya jelas kemarin, bahwa dia mendukung ke depan yang terbaik adalah Prabowo. Saya kira dia sudah kehilangan harapan bisa berperan di PDIP,” terangnya.

BACA JUGA:   Peserta Pemilu Boleh Kampanye di Kampus, Aliansi BEM SI Siap Wadahi 3 Capres Saling Adu Gagasan

Meskipun begitu, Joko menyebut bahwa upaya Budiman dan Prabowo itu sulit untuk menggerus elektabilitas PDIP di Jateng. Hal ini karena sistem dan infrastruktur PDIP sudah mengakar kuat di lapisan terbawah masyarakat.

“Tapi apakah bisa menggerus suara PDIP? Tidak di Jawa tengah. Saya hampir tidak yakin karena infrastruktur pemenanganan, jaringannya terlampau kuat di sini,” tandas Joko J Prihatmoko.

Share this Article
Leave a comment