INDORAYA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan teknologi sensor lingkungan guna memperkuat sistem pemantauan pencemaran secara berkelanjutan. Riset ini difokuskan pada pengembangan perangkat smart sensor dan aktuator yang mampu memantau kondisi lingkungan secara akurat dan real time.
Pengembangan teknologi tersebut dilakukan melalui Pusat Riset Elektronika (PRE) Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN yang berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Widyatama. Kerja sama kedua institusi ini resmi ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Rabu (7/1/2025).
Sensor lingkungan yang dikembangkan dirancang untuk memantau kondisi tanah, air, dan udara. Kepala PRE BRIN Yusuf Nur Wijayanto menyebut, riset ini tidak hanya berkontribusi pada bidang elektronika dan instrumentasi, tetapi juga mendukung pengelolaan dan analisis data lingkungan lintas sektor.
“Kami juga mendorong agar ke depan data sensor lingkungan dapat dimanfaatkan sektor lain, seperti pertanian dan perikanan,” kata Yusuf, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (9/1).
Kolaborasi riset ini juga mendapat dukungan dari Universitas Widyatama. Wakil Rektor III Universitas Widyatama Didit Damur Rochman berharap kerja sama pengembangan sensor lingkungan dapat diperluas ke bidang riset lain yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pengembangan sensor lingkungan oleh BRIN diarahkan untuk menghasilkan sistem pemantauan yang mampu beroperasi selama 24 jam. Peneliti Ahli Utama PRE BRIN Goib Wiranto menjelaskan, tahap awal pengembangan prototipe difokuskan di wilayah Jawa Barat dengan memanfaatkan kompetensi sumber daya manusia dari kedua lembaga.
Selain untuk pemantauan pencemaran, Goib menambahkan teknologi sensor yang dikembangkan juga berpotensi digunakan untuk mitigasi kebencanaan. Pemanfaatannya antara lain untuk memantau pergerakan tanah serta kekuatan struktur bangunan secara daring dan real time.


