Ad imageAd image

BPOM Temukan 16,67 Persen Sunscreen SPF Palsu

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 636 Views
2 Min Read
Ilustrasi sunscreen (Istimewa)

INDORAYA – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menemukan 16,67 persen produk sunscreen tidak memenuhi data dukung klaim SPF. Selain itu 8,33 persen produk juga masih dalam proses pemenuhan data dukung klaim SPF.

“Untuk pencantuman klaim dan nilai SPF, BPOM menggunakan data dukung yang berasal dari hasil uji in vivo untuk menentukan nilai SPF yang dapat dicantumkan pada produk kosmetik tabir surya,” tulis BPOM di laman resminya dikutip Minggu (24/9/2023).

Spesialis kulit dan kelamin, dr Anthony Handoko, SpKK, mengungkapkan salah satu cara untuk mengetahui kandungan SPF sebenarnya dalam sunscreen adalah dengan mencobanya secara langsung.

dr Anthony menjelaskan angka SPF mengindikasikan durasi proteksi dari sunscreen tersebut. Jika kulit menggelap dalam waktu kurang dari 30 menit, tandanya kadar SPF di sunscreen tersebut tidak sesuai klaim.

“Kamu pakai aja, kalau dalam 20 menit kamu kebakar ya udah pasti SPF-nya bodong dong,” kata dr Anthony.

“Harus di uji laboratorium untuk mengetahui bahwa SPF bodong. Tapi kalau mau dibuktikan secara terbalik, itu kamu pakai yang mestinya bisa 300 menit melindungi kamu, eh setengah jam dipake muka kamu perih,” sambungnya.

BPOM mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih dan menggunakan tabir surya yang aman dan memberikan manfaat dalam perawatan kulit.

Selalu lakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan menggunakan kosmetik terutama tabir surya. Lakukan pengecekan informasi produk kosmetik yang terdaftar di BPOM melalui situs https://cekbpom.pom.go.id atau melalui aplikasi BPOM Mobile.

Share this Article