Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BPBD Jateng Siaga Pancaroba, Puncak Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Januari–Februari
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
BeritaJateng

BPBD Jateng Siaga Pancaroba, Puncak Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Januari–Februari

By Dickri Tifani
Sabtu, 08 Nov 2025
Share
4 Min Read
Banjir Pantura Kaligawe Semarang merendam selama dua pekan lamanya. (Foto : Dickri Tifani Badi/INDORAYA/Arsip)
SHARE

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba menuju musim penghujan.

Peringatan ini disampaikan menyusul banjir yang melanda kawasan Kaligawe dan Genuk, Kota Semarang, dalam dua pekan terakhir.

Menurut prediksi BMKG, fase kritis cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

“Kalau dari informasi BMKG, puncaknya itu di Januari–Februari. Di masa transisi ini pasti hujannya deras, anginnya kenceng. Jadi dari laporan-laporan kami, pohon tumbang itu banyak, kemudian hujan deras pasti terjadi, banjir di mana-mana,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, saat dihubungi Indoraya.News melalui sambungan telepon, Jumat (7/11/2025).

Bergas menjelaskan, masa peralihan musim sering diwarnai kondisi cuaca yang tidak menentu dan tanah yang masih labil. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah serta masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.

“Harapan kami, semua pemerintah daerah, BPBD, relawan sampai masyarakat harus waspada melihat cuaca. Kalau tempatnya banjir, barang-barang di bawah bisa disiapkan untuk dinaikkan sebelum evakuasi. Kalau di longsor, ya menutup retakan-retakan yang ada,” katanya.

Sementara itu, menanggapi dugaan bahwa banjir Kaligawe–Genuk terjadi akibat proyek tanggul laut, Bergas menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan, tanggul laut justru menjadi solusi jangka panjang untuk menekan risiko banjir di kawasan pesisir Semarang.

“Tanggul laut ini justru menjadi solusi jangka panjang. Hanya saja sistem tanggul laut ini yang harus dilengkapi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, genangan air yang lama surut lebih disebabkan karena belum selesainya sejumlah bagian sistem tanggul, bukan karena tanggul itu sendiri.

Namun, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pompa membuat proses penanganan lebih cepat, hingga genangan surut hanya dalam empat hari.

“Walaupun Satgas Pompa ini bekerja 10 hari, ternyata dalam kurun waktu 4 hari sudah bisa disaksikan cenderung hampir di semua titik terjadi penyurutan. Itulah efektivitas dari perjalanan ini, menutupi kekurangan yang ada,” terangnya.

Menurut Bergas, langkah perbaikan sistem ini akan memperkuat kesiapan Jawa Tengah menghadapi puncak musim hujan mendatang.

Meski genangan baru benar-benar surut setelah hampir dua pekan, Bergas menilai bencana yang terjadi di kawasan Kaligawe–Genuk masih tergolong banjir berskala sedang.

“Sebetulnya nih sedang ya, belum yang kelas berat itu, belum. Apalagi ditambah TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca), kan begitu. Tinggal memperbaiki sistem ini loh, maka sebelumnya kolam retensi ini sebagai penyeimbang,” jelasnya.

Bergas menambahkan, keberadaan pompa air dan kolam retensi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas mekanisme air di wilayah kota.

“Kalau kurang pompanya, berarti sistemnya dilengkapi. Kalau belum siap di tanggal sekian harus dipercepat,” ujarnya.

Menanggapi keluhan sebagian warga mengenai keterlambatan distribusi bantuan, Bergas menegaskan bahwa jalur logistik di Kota Semarang telah tersebar di beberapa titik. Baik yang dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Titik-titik pusat bantuan logistik itu ada di beberapa titik. Tinggal mengaksesnya saja. Kata kuncinya memang tidak terlepas dari struktur kewilayahan — dari mulai Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Pak Camat,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mempercepat proses penyaluran bantuan dan mitigasi bencana.

“Bencana adalah urusan bareng-bareng. Kata kuncinya respect saja,” pungkas Bergas.

TAGGED:BPBD JatengMusim pancarobaPuncak Cuaca Ekstrem
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Jateng

Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet

Sabtu, 06 Des 2025
Jateng

Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan

Sabtu, 06 Des 2025
Jateng

Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek

Sabtu, 06 Des 2025
Jateng

Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart

Sabtu, 06 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?