Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BNPB Ungkap 50 Persen Wilayah Belum Punya Peta Risiko, Jateng Termasuk
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

BNPB Ungkap 50 Persen Wilayah Belum Punya Peta Risiko, Jateng Termasuk

By Dickri Tifani
Selasa, 18 Nov 2025
4 Views
Share
2 Min Read
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Kedatangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Semarang tidak hanya berfokus pada koordinasi mitigasi, tetapi juga mengungkap kondisi terbaru mengenai ketersediaan kajian risiko bencana di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

BNPB menyampaikan bahwa separuh wilayah Indonesia belum memiliki kajian risiko bencana. Di Jawa Tengah sendiri, dari total 35 kabupaten/kota, masih ada 10 daerah yang belum melengkapinya. Salah satu daerah tersebut adalah Cilacap, yang baru saja mengalami bencana tanah longsor dan menyebabkan korban jiwa.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menekankan bahwa keberadaan peta risiko bencana menjadi acuan penting dalam memahami dan mengantisipasi potensi bahaya.

Untuk itu, ia meminta seluruh daerah yang belum memiliki kajian tersebut agar segera menyusunnya.

“Karena di Indonesia ada 50 persen yang belum punya kajian risiko bencana. Jawa Tengah kurang lebih ada 10. Tapi datanya mungkin perlu di-update karena itu data per 5 Juli,” kata Raditya setelah mengikuti rapat koordinasi evaluasi penanganan bencana di Gradhika Semarang, Selasa (18/11/2025).

Raditya memaparkan bahwa penyusunan peta risiko harus mengikuti standar minimal dari Kementerian Dalam Negeri agar penanganan darurat dapat berjalan lebih efisien dan terarah.

Ia menjelaskan bahwa melalui kajian itu, BPBD dan Pusdalops dapat mengidentifikasi area dengan curah hujan tinggi, titik rawan longsor, serta kebutuhan waktu evakuasi. Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan koordinasi di lapangan.

“Nanti akan terlihat dari BPBD dan Pusdalops di mana potensi curah hujan tinggi maupun titik rawan tanah longsor. Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan menjadi ujung tombak. Mereka disiapkan untuk mengetahui berapa lama waktu evakuasi mandiri dan bagaimana melakukan koordinasi ketika bencana terjadi. Karena itu kami mendorong adanya desa tangguh bencana di setiap kabupaten/kota,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong seluruh kepala daerah di provinsi tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan, mencakup sumber daya manusia, kelengkapan peralatan, serta kesiapan logistik. Ia menegaskan bahwa sistem peringatan dini harus menjangkau hingga tingkat desa agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Semua harus bekerja dalam satu komando, tujuannya keselamatan masyarakat,” tegas Luthfi.

TAGGED:BNPBWilayah Belum Punya Peta Risiko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan Rabu, 11 Feb 2026
  • Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029 Rabu, 11 Feb 2026
  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026
  • Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026 Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?