Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BMKG Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor di Jateng Masih Tinggi hingga Februari
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

BMKG Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor di Jateng Masih Tinggi hingga Februari

By Lu'luil Maknun
Minggu, 11 Jan 2026
3 Views
Share
3 Min Read
Ilustrasi: Bencana banjir yang melanda Kota Semarang. (Foto: Dok. INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan tingkat kerentanan tinggi.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Gempita Icky Dzikrullah menjelaskan, hujan deras yang turun dengan durasi cukup lama menjadi pemicu utama munculnya bencana di sejumlah wilayah, termasuk Pati, Kudus, dan Jepara yang belakangan terdampak banjir dan longsor.

“Untuk bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Pati, Kudus, Jepara, terjadi saat adanya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama. Curah hujan tinggi tersebut dapat menjadi salah satu faktor terjadinya bencana,” kata dia, Minggu (11/1/2025).

Menurutnya, saat ini Jawa Tengah tengah berada pada periode puncak musim hujan. Pada fase tersebut, berbagai jenis bencana berpotensi terjadi, mulai dari banjir atau genangan, tanah longsor, angin kencang, hingga sambaran petir.

Namun demikian, BMKG belum dapat memastikan secara spesifik wilayah mana saja yang paling berisiko mengalami bencana hidrometeorologi, karena penilaian tingkat kerawanan berada pada kewenangan instansi lain.

“Secara detail wilayahnya kami belum bisa memastikan, karena untuk kerawanan bencana merupakan ranah instansi lain. Namun karena Jawa Tengah sedang berada pada periode puncak musim hujan, hampir seluruh wilayah Jateng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Potensi bencana sangat bergantung pada tingkat kerentanan masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Terkait karakteristik musim hujan tahun ini, Gempita menyebut polanya secara umum tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan informasi lebih rinci terkait analisis iklim dan musim hujan dapat mengonfirmasi langsung ke Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.

BMKG juga memperkirakan potensi hujan dengan intensitas tinggi dan dampak bencana hidrometeorologi masih akan berlangsung hingga Februari 2026. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan peringatan dini cuaca.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada, selalu mengupdate informasi dari sumber yang terpercaya, hindari kepanikan, serta ikuti arahan pemerintah setempat atau instansi terkait kebencanaan ketika adanya potensi maupun saat terjadi bencana,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal informasi resmi, seperti akun media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, serta laman cuaca.bmkg.go.id. Untuk pemantauan cuaca khusus wilayah Jawa Tengah, informasi juga dapat diakses melalui akun Facebook dan X @cuacajateng, Instagram cuaca_jateng, serta situs resmi stamet-ahmadyani.bmkg.go.id.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Ekspor POME Rugikan Negara hingga Rp14 Triliun Rabu, 11 Feb 2026
  • Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan Rabu, 11 Feb 2026
  • Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029 Rabu, 11 Feb 2026
  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Ekspor POME Rugikan Negara hingga Rp14 Triliun

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?