Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BMKG Modifikasi Cuaca untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi Selama Nataru
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Gaya HidupNasional

BMKG Modifikasi Cuaca untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi Selama Nataru

By Redaksi Indoraya
Rabu, 25 Des 2024
Share
3 Min Read
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) intensif melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa tujuan operasi ini adalah untuk mendukung kelancaran perayaan Nataru, khususnya di wilayah-wilayah dengan potensi bencana tinggi seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah mitigasi yang kami ambil untuk mengendalikan curah hujan, meminimalkan dampak bencana, dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).

Operasi ini dilakukan dengan teknologi penyemaian garam NaCl superfine ke dalam awan untuk mengatur intensitas dan lokasi hujan, agar tidak terjadi penumpukan curah hujan di wilayah yang rawan bencana.

OMC dilaksanakan secara bertahap di beberapa daerah yang rentan bencana. Di DKI Jakarta, operasi telah dilakukan pada 7-9 dan 13-16 Desember 2024, dengan 17 sorti penerbangan dari Bandara Budiarto Curug, Tangerang.

Di Jawa Barat, operasi berlangsung pada 11-16 Desember dan direncanakan berlanjut hingga 20 Desember 2024, dengan 34 sorti penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Di Jawa Tengah, operasi dimulai pada 11 Desember 2024 dengan 23 sorti penerbangan dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, dan masih berlangsung.

Di Jawa Timur, operasi dilaksanakan pada 18-22 Desember 2024, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa OMC merupakan solusi adaptif untuk mengurangi dampak buruk bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di musim hujan.

Selain itu, operasi ini juga mendukung kelancaran infrastruktur transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru, memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

OMC didukung oleh BNPB, BPBD, dan operator swasta yang terlibat dalam modifikasi cuaca. Selain mitigasi bencana, operasi ini bertujuan mengamankan jalur transportasi darat, laut, dan udara selama Nataru. Mengingat intensitas hujan tinggi yang sering mengganggu infrastruktur, langkah ini diharapkan dapat memastikan keselamatan masyarakat yang bepergian.

Posko operasional didirikan di lokasi strategis untuk memantau pelaksanaan OMC secara real-time dan memastikan efektivitasnya.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana, dan mengakses informasi cuaca melalui platform resmi BMKG untuk merencanakan aktivitas dengan lebih baik.

“Mari kita rayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh kehati-hatian. Hindari aktivitas yang berisiko di tengah cuaca ekstrem, rencanakan perjalanan dengan matang, dan selalu prioritaskan keselamatan bersama,” pungkas Dwikorita.

TAGGED:Bencana HidrometeorologiKepala BMKG Dwikorita KarnawatiModifikasi Cuaca
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Collaborative Government untuk Majukan Jawa Tengah Kamis, 11 Des 2025
  • Targetkan Kurangi Backlog 1,3 Juta Rumah dalam Lima Tahun, Pemprov Jateng Maksimalkan Simperum dan KKN Tematik Kamis, 11 Des 2025
  • Gus Yasin Ajak Guru di Jateng Lebih Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi Kamis, 11 Des 2025
  • Mediasi Sengketa Arsip Ijazah Jokowi Gagal, Pemohon Siap Tempuh Ajudikasi di KIP Jateng Rabu, 10 Des 2025
  • Harga Cabai Naik 2 Kali Lipat, TPID Jateng Intensifkan Operasi Pasar di 2 Kota Ini Rabu, 10 Des 2025
  • Udinus Semarang Borong 7 Penghargaan Abdidaya Ormawa 2025 Rabu, 10 Des 2025
  • 2.354 PPPK Paruh Waktu Dilantik, Semarang Komitmen Perbaiki Layanan Publik Rabu, 10 Des 2025

Berita Lainnya

Nasional

Badan Otorita: Pembangunan Tanggul Laut di Pantura Jawa Butuh Waktu 30 Tahun

Rabu, 10 Des 2025
Nasional

38.878 Ha Lahan Pertanian di Sumut Rusak Akibat Banjir, Kerugian Capai Rp1,13 Triliun

Senin, 08 Des 2025
Nasional

Eks Kepala BMKG Ingatkan Banjir di Sumatra Bisa Terjadi di Jawa hingga Papua

Jumat, 05 Des 2025
Nasional

Prabowo Rancang Kompleks Olahraga Raksasa Seluas 500 Hektar

Jumat, 05 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?