Ad imageAd image

Besok UMP Jawa Tengah Ditetapkan, Diprediksi Naik di Bawah 15 Persen

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 947 Views
3 Min Read
UMP (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Besok Selasa, 21 November 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan penetapan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2024. Dalam melakukan perhitungan upah, Pemprov Jateng mengacu pada PP Nomor 51 Tahun 2023.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Ahmad Aziz, enggan membocorkan secara pasti besaran kenaikan UMP 2024. Namun usulan para buruh yang menginginkan UMP naik 15 persen berpotensi gagal terwujud.

“Sudah diserahkan ke pak Pj Gubernur (Nana Sujadna). Sesuai dengan PP 51 (kenaikan UMP). Besok pagi (disampaikan). Iya, di bawah 15 persen (naiknya),” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/11/2023).

Aziz berkata, PP Nomor 51 digunakan sebagai acuan formula penghitungan upah pekerja. Di dalamnya mencakup penghitungan angka inflasi yang ditambah dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga terdapat komponen indeks tertentu yang mana dalam wujudnya nilai alpha.

“Alpha itu bentuk perwujudan dari penyerapan tenaga kerja dan produktifitas, nilai alphanya itu 0,1 atau 0.10 sampe 0.30. Berarti alphanya itu sebagai penentu dialog sosialnya itu di situ,” terang Aziz yang juga Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Jateng.

Terkait perhitungan inflasi, Disnakertrans Jateng mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Data BPS diteruskan ke Kementerian Tenaga Kerja dan para gubernur lalu diturunkan ke dewan pengupahan provinsi dan kabupaten/kota.

“Inflasi sampai September, kalau pertumbuhan ekonominya itu bandingannya triwulan 1, 2, 3 dibandingkan tahun yang lalu,” imbuh Ahmad Aziz.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Dedi Mulyadi Ali, mengaku sudah memiliki hitung-hitungan untuk menentukan rekomendasi UMP 2024. Ia menyarankan kepada masyarakat untuk menunggu pengumuman UMP dari pemerintah saja.

“Ya besok lihat hasilnya saja. Marena kita kan ada tiga masukan dari pemerintah, Apindo dari pekerja, kemarin sih sudah masuk ke wali kota. Sudah diteruskan ke provinsi, jadi saya rasa ikut aturan saja,” ucap Dedi.

Dia membeberkan, pada rapat pleno pengupahan di Kantor Disnakertrans Jateng pada Kamis (16/11/2023) lalu, Apindo Jateng mengusulkan kenaikan upah sebesar 3,6 persen dengan mengacu pada formula di PP Nomor 51 Tahun 2023.

“Angka 4,02 itu dari pemerintah. Dari Apindo itu 3,6,” ungkap Dedi.

Diketahui Dewan Pengupahan Provinsi dari kalangan pemerintah dan pengusaha sepakat menggunakan formula PP Nomor 51 Tahun 2023 dalam penetapan UMP 2024. Dengan ini, besaran kenaikan UMP diprediksi tidak jauh dari usulan pemerintah 4,02 persen dan pengusaha di 3,6 persen.

Share this Article