Ad imageAd image

Berstatus Internasional, SIS Semarang Tekankan Lima Nilai Penting dalam Pendidikan Karakter

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 741 Views
3 Min Read
Director of Marketing SIS Semarang, Indra Erwin. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sebagai sekolah yang berstatus internasional, Singapore Intercultural School (SIS) Semarang tidak hanya berorientasi pada transer pengetahuan atau pembelajaran teoritis saja, melainkan menekankan pentingnya pendidikan karakter.

Director of Marketing SIS Semarang, Indra Erwin mengatakan, pihaknya tetap menanamkan pendidikan karakter dalam diri peserta didiknya. Bahkan pihaknya mengajarkan dan menerapkan lima karakter penting dalam kurikulum pendidikan.

Yaitu fairness (keadilan), respect (menghormati), integrity (integritas), compassion (kasih sayang), dan courage (keberanian). Peserta didik dituntun untuk memiliki kelima karakter yang disingkat menjadi FRICC tersebut.

“Pendidikan moral kami wajibkan, kita ada nilai-nilai sendiri, ada 5, yaitu kita singkat dengan FRICC. F, fairness, kita menekankan nilai-nilai keadilan. Lalu R, Respect, saling menghormati satu sama lain,” katanya usai peletakan batu pertama gedung baru di Kampus SIS Semarang, Jumat (31/5/2024).

“Selanjutnya I adalah integrity, jadi anak-anak harus berintegritas. Lalu C compassion, saling menyayangi, dan mesti berani juga atau courage, berbicara di depan umum. Itu nilai-nilai yang kami tanamkan ke anak-anak di sekolah,” ungkap Indra.

Tidak hanya itu, SIS Semarang juga tetap mempertahankan nilai-nilai agama. Peserta didik diwajibkan menjalankan syariat sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Dijelaskan Indra, SIS Semarang menggunkan pendekatan tri-kurikulum yang unik, dengan menggabungkan Kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB. Selain itu, sekolah level internasional tersebut juga tetap menggunakan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum yang kita gunakan saat ini adalah Kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB Kurikulum. Selain itu kira juga menggunakan Kurikulum Merdeka. Itu adalah sebuah yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia,” ucap dia.

Dalam hal pembelajaran, SIS Semarang juga mengintegrasikan teknologi mutakhir. Peserta didik dibekali dengan keterampilan abad ke-21 melalui program Pembelajaran Aktif, Codings, Robotika, dan Realitas Virtual (VR).

Kasie Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Arif Widi Fatoni mewakili Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menilai bahwa kurikulum yang diterapkan di SIS Semarang sudah bagus.

Apalagi sekolah internasional ini tetap menekankan pendidikan karakter berbasis Kurikulum Merdeka yang mempertahankan kearifan lokal dan attitude peserta didiknya. Dalam muatan lokal, pihaknya mendorong pengajaran bahasa Jawa.

“Menurut saya tetap ada muatan lokal, apalagi di Semarang bahasa Jawa masih perlu dilestarikan.  Karena bahasa Jawa di SD itu menjadi bahasa keseharian walaupun kita tidak mengesampingkan bahasa Indonesia dan bahasa internsional,” ungkap Arif.

Share this Article