Ad imageAd image

Berburu Rekom, Mbak Ita Gencar Bermanuver ke Partai Lain, Begini Komentar DPC PDIP Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 830 Views
3 Min Read
Hendrar Prihadi didampingi sang istri saat di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah atau Panti Marhaen, Kamis (30/5/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Kader PDI Perjuangan, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) gencar melakukan manuver ke partai lain. Hal itu dilakukan setelah Mbak Ita ikut penjaringan bakal calon Wali Kota Semarang lewat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Semarang.

Manuvernya Wali Kota Semarang petahana itu terlihat dalam kedatanganya di sejumlah kantor partai lain, yakni DPC Partai Gerindra Kota Semarang dan DPD PKS Kota Semarang.

Dengan adanya hal itu publik menilai bahwa Mbak Ita diduga sedang berupaya mendapat rekomendasi dari partai lain untuk mengikuti kontestasi Pilwalkot Semarang 2024.

Merespon hal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi tidak mempermasalahkan pertemuan Mbak Ita dengan partai lain. Pasalnya, jalin silaturahmi antar partai politik (Parpol) yang baik itu didukung olehnya.

Bahkan, Hendi, sapaan akrabnya, menyebut bahwa Mbak Ita sudah izin langsung dengannya melalui pesan aplikasi sebelum bertemu ke partai lain.

“Bu Ita kemarin atau dua hari yang lalu WA kepada saya bilang ada undangan Gerindra dan PKS. Prinsipnya saya bilang sama Bu Ita ‘Saya dukung mba, namanya silaturahmi harus dijaga dengan baik. Kalau ada peluang-peluang saya diinfo aja apa yang harus dilakukan PDI Perjuangan Kota Semarang terhadap rencana-rencana besar koalisi tersebut,” terang Hendi saat ditemui sesuai pengembalian formulir calon gubernur di Panti Marhaen atau Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Kamis (30/5/2024).

Disinggung apakah dirinya sebagai ketua sudah berkomunikasi dengan partai lain, mantan Wali Kota Semarang ini justru belum melakukan komunikasi dengan partai lain. Khususnya pembahasan mengenai koalisi pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Kalau itupun dilakuakan, kami selaku struktur partai ini belum berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan partai tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Hendi menilai menjalin komunikasi antar parpol sangat penting. Sebab berdampak positif untuk kondusifitas paca pemilihan.

“Bagus, saya rasa pada saat semua partai punya keinginan berkoalisi membangun itu membuat situasi pasca pemilihan pasti cepet kondusif. Coba misalnya bandingkan, ada A dan B bertempur, kemudian B kalah, pasti temen-temen B ini dalam waktu yang lama baru bisa sembuh. Tapi kalau dari awal sudah berkoalisi kemudian Pemilu entah itu kotak kosong wah itukan langsung cepet bangunnya, jadi nggak perlu ada menyembuhkan riyak-riyak yang terluka,” pungkasnya.

Share this Article