Ad imageAd image

Berawal Suka Puisi Goenawan Moehammad Jadi Musikalisasi, Mahasiswa Upgris Juara 2 Tingkat Nasional

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 903 Views
3 Min Read
Inilah sejumlah mahasiswa UPGRIS yang berhasil mengharumkan kampusnya di tingkat nasional berkat musikalisasi puisi. (Foto : Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) tak pernah menyangka berawal kesukaannya mengubah puisi menjadi musikalisasi berbentuk lagu bisa menjadi juara dan mengharumkan nama kampusnya sampai ketingkat nasional.

Ternyata tren puisi dirubah menjadi musikalisasi berbentuk lagu banyak digemari musisi Indonesia belakangan ini. Banyak musisi berangkat dari bidang tersebut akhirnya meraup sukses, sebut saja Banda Neira, Ari Reda, dan Panji Sakti.

Melihat besarnya potensi di bidang tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sapto Budoyo, berkomitmen untuk mendukung mahasiswa yang mau menekuni bidang tersebut.

“Musikalisasi puisi ini kan kegiatan yang sangat kreatif. Menggubah lirik puisi ke lagu tentu memerlukan ketekunan. Ketika melihat ada potensi mahasiswa di bidang tersebut, langsung saya dorong untuk berkembang,” ungkap Sapto seusai mendampingi tim musikalisasi bertanding di Universitas Tidar, 1 Juni 2024.

BACA JUGA:   PPG UPGRIS Bekali Komunitas Harapan Kita Semarang Kelola Sampah Menggunakan Metode Ecobrik

Ketika ada informasi lomba di Universitas Tidar, UPGRIS sigap mengirimkan delegasi. “Alhamdulilah, UPGRIS dapat juara 2, ini tentu membanggakan. Apalagi mereka berasal dari jurusan PBSI, tentu harus berani tampil,” tambahnya.

Pada saat bersamaan, Ketua Tim Musikalisasi, Radit Bayu Anggoro, menyebut proses mengikuti lomba tersebut sangat mendesak. “Waktunya sangat mepet, hanya sekitar 4 hari untuk mengaransemen puisi menjadi musikalisasi,” ucapnya.

Meski waktu persiapan sangat pendek, Radit meyakinkan tiga anggota timnya, yaitu Alya Nabila Fatin, Syariful Anam Putra, dan Fajrul Falah Santoso, agar tetap kompak dan percaya diri.

BACA JUGA:   Respon soal Orang Tua Tolak Anaknya Divaksin Polio, Wali Kota Semarang: Wajar

Dikutip dari laman instagram pribadinya, Radit menjelaskan kenapa memilih menggubah puisi Goenawan Mohamad. Tema lomba adalah “Aku Indonesia, Aku Pancasila”. Radit menemukan esensi tema tersebut justru ada pada petikan larik puisi Goenawan Mohamad.

Pembimbing Tim Musikalisasi, Widyanuari Eko Putra, menyebut kunci dari puisi tersebut adalah pada dua larik terakhir, yaitu “Sesuatu yang kelak retak/ dan kita membikinnya abadi”.

Menurutnya, negara-bangsa itu diibaratkan sebagai sesuatu yang “retak”. Namun, sikap kita dalam menjaga bangsa dan negara adalah tegas, yaitu “membikinnya abadi,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Mahasiswa PPG UPGRIS Tanamkan Jiwa Nasionalisme Anak Lewat Lagu Nasional

Selain musikalisasi puisi, kontingen UPGRIS juga meraih Juara harapan 1 untuk kategori Lomba Tulis Puisi. Puisi tersebut berjudul “Anak Kecil yang Menunggu Tumbuh Menjadi Rumput-rumput” karya Sevina Dwi Alyani.

Raihan tersebut diapresiasi oleh dosen pembimbing peserta lomba tulis puisi tersebut, yakni, Dr. Setia Naka Andrian, M.Pd. “Sevina ini masih semester 2, tetapi sudah memiliki karakteristik dalam menulis puisi. Insyaallah tahun depan semakin bagus,” terangnya.

Share this Article