Ad imageAd image

Berani Naikkan Upah Tinggi, Aliansi Buruh Dukung Mbak Ita Maju Pilwakot Semarang

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
3 Min Read
Deklarasi dukungan untuk Mbak Ita dalam agenda "Konsolidasi Gerakan Buruh; Menentukan Sikap Menetapkan Syarat Menjalankan Transaksi Gagasan, Mewujudkan Politik Kesejahteraan" di Hotel Siliwangi Kota Semarang, Minggu (30/6/2024) sore. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJAT) Presidium Kota Semarang mendeklarasikan dukungan kepada Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, untuk kembali maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 mendatang.

Sikap politik ini dinyatakan dalam agenda “Konsolidasi Gerakan Buruh; Menentukan Sikap Menetapkan Syarat Menjalankan Transaksi Gagasan, Mewujudkan Politik Kesejahteraan” di Hotel Siliwangi Kota Semarang, Minggu (30/6/2024) sore.

Sekretaris ABJAT Presidium Kota Semarang, Aulia Hakim mengatakan bahwa setelah melakukan kajian dan pertimbangkan, dia bersama buruh lainnya sepakat mendukung Mbak Ita kembali memimpin Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

“Kita menemukan satu sosok yang menurut kami, ini sangat tepat untuk kami melakukan dukungan terhadap salah satu calon walikota Semarang, yaitu kita menentukan dukungan kepada Mbak Ita,” katanya kepada awak media.

Pertimbangan utama yang membuat buruh mendukung Mbak Ita ialah kebijakannya saat menetapkan upah. Dalam penetapan UMK 2024, Mbak Ita tidak menggunakan PP Nomor 51 Tahun 2023, sehingga UMK Semarang bisa naik sebesar 6 persen.

“Itu yang membuat kami ABJAT Presidium kota Semarang memilih satu pilihan (calon wali kota) yang menurut kami bisa membawa harapan kami (kelompok buruh) menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, UMK Semarang tahun 2024 menjadi yang tertinggi dibandingkan 34 daerah lainnya di Jawa Tengah, yakni Rp sebesar 3.243.969. Angka ini naik sebesar 6 persen atau Rp 183.620 dari tahun 2023 lalu yang nominalnya Rp.3.060.349.

Keputusan Mbak Ita dalam menetapkan upah minimum bagi pekerja dinilai sangat tepat. Bahkan Aulia bilang, Semarang ialah satu-satunya kota di Indonesia yang berani menaikkan UMK dengan angka yang tinggi.

“Beliau memutuskan rekomendasi kenaikan upah 6 persen. Semarang bisa dikatakan kota metropolitan se-Indonesia yang paling berani menetapkan UMK sebesar 6 persen di atas PP 51, ya hanya Mbak Ita,” bebernya.

Aulia menuturkan, sebelumnya pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Mbak Ita terkait komitmen kader PDI Perjuangan itu dalam mewujudkan kesejahteraan para pekerja di Kota Semarang.

Setelah berkomunikasi, katanya, Mbak Ita mengaku siap memperjuangkan nasib dan hak buruh ketika nantinya terpilih kembali sebagai Wali Kota Semarang untuk periode 2024-2029.

Sehingga berdasarkan rekam jejak dan komitmen inilah para buruh menyatakan sikap mendukung Mbak Ita. Tidak hanya itu, ABJAT juga akan memenangkan Mbak Ita dalam kontestasi Pilkada Semarang yang dihelat bulan November 2024 nanti.

“Dan perlu diketahui bahwa basis paling relate adalah buruh sebenarnya, ketika buruh memutuskan mendukung Mbak Ita, maka buruh akan mendukung secara konkrit dengan Mbak ita secara all out,” tegas Aulia Hakim.

Share This Article