INDORAYA – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Jawa Tengah menegaskan fokus aksi kemanusiaan pada penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini. Langkah tersebut merupakan respons atas rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, seperti Banjarnegara, Pekalongan, Kudus, hingga Pati.
Ketua DPD KNPI Jateng, Casytha Arriwi Kathmandu, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan kebencanaan di Jawa Tengah. Berdasarkan pemetaan tersebut, KNPI Jateng menginstruksikan jajaran KNPI di kabupaten/kota terdampak untuk turun langsung ke lapangan sekaligus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
“Jawa Tengah ini wilayahnya luas, sehingga kabupaten/kota tentu lebih mengetahui kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Seperti yang terjadi di Banjarnegara kemarin, terdapat bencana tanah longsor. Kami bersama teman-teman KNPI Banjarnegara turun langsung untuk memberikan bantuan. Saat itu, kebutuhan yang mendesak antara lain kompor dan tabung LPG. Jadi, apa pun yang dibutuhkan di lapangan, kami fasilitasi,” ujar Casytha saat ditemui Indoraya.News di sela Musda DPD KNPI Jateng di Hotel MG Setos, Jumat (23/1/2026) malam.
Ia menambahkan, setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), jajaran pengurus DPD KNPI Jateng akan secara khusus membahas langkah penanganan bencana di sejumlah wilayah lain yang terdampak, seperti Pekalongan, Kudus, Pati, Kendal, serta daerah rawan bencana lainnya.
“Belum kami bicarakan secara detail. Musda kami selesaikan terlebih dahulu, kemudian akan dilanjutkan dengan rapat kecil. Teman-teman KNPI dari kabupaten/kota terdampak akan kami panggil untuk berdiskusi bersama,” katanya.
Musda DPD KNPI Jateng tahun ini merupakan Musda ke-16 yang diikuti oleh seluruh perwakilan dari 35 kabupaten/kota serta 84 organisasi kepemudaan (OKP) yang berhimpun di KNPI Jawa Tengah. Forum tersebut menekankan pentingnya kolaborasi pemuda dalam mendukung pembangunan Jawa Tengah yang maju dan berdaya saing.
Salah satu fokus utama Musda ke-16 adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan oleh organisasi kepemudaan di masing-masing daerah.
“Contohnya di Banjarnegara terdapat UMKM kopi, sementara di Kebumen ada usaha merchandise dari perca kain. Kami mendukung mereka mulai dari pengemasan hingga pemasaran digital, termasuk memperluas pasar sampai ke Jakarta,” kata Casytha.
Menurutnya, KNPI Jateng juga menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam melakukan kurasi produk serta memperkuat jejaring kolaborasi antarpemuda.
“Selain pemberdayaan UMKM, pemuda Jawa Tengah juga berperan aktif dalam penanganan bencana,” imbuhnya.
Musda ke-16 KNPI Jateng juga menjadi ruang diskusi bagi perwakilan kabupaten/kota terdampak untuk merumuskan bentuk bantuan dan solusi jangka panjang. Mulai dari penyaluran sembako hingga koordinasi penanganan banjir dan tanah longsor di Kudus, Kota Pekalongan, Banjarnegara, dan Kendal.
“Jika solusi yang diberikan hanya bersifat sementara, bencana akan terus berulang. Untuk wilayah Pantura, misalnya, pembangunan Giant Seawall menjadi salah satu prioritas guna mencegah banjir tahunan,” jelas Casytha.
Selain isu kebencanaan, Musda ke-16 KNPI Jawa Tengah juga menyoroti pengembangan kapasitas pemuda, baik hard skill maupun soft skill.
Dengan agenda yang mencakup pemberdayaan UMKM, penanganan bencana, serta penguatan kapasitas generasi muda, Musda KNPI Jateng diharapkan menjadi momentum strategis bagi pemuda untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.


