Ad imageAd image

Benarkan Gaji PPPK Guru Telat, Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Semarang Sampaikan Penyebabnya

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 947 Views
8 Min Read
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menanggapi soal laporan gaji PPPK guru terlambat. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Miftahudin akhirnya angkat bicara soal keterlambatan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru Kota Semarang, baru-baru ini.

Dia membenarkan memang terjadi ketersendatan pembayaran gaji kepada PPPK guru yang berada di naungan Dinas Pendidikan Kota Semarang.

“Saya baru di-share tadi pagi ya di Sapa Mbak Ita. Ya benar, adanya keterlambatan dan tidak ada unsur kesengajaan. Sekali lagi, saya menyampaikan permohonan maaf. Kami berharap mohon bersabar, bagi teman-teman PPPK yang saat ini membutuhkan gaji yang tepat waktu,” ujarnya seusai Sarasehan Pendidikan dan Halalbihalal Dewan Pendidikan Kota Semarang di Hotel Candi Indah Semarang, Senin (6/5).

Miftahudin menyampaikan penyebab dari keterlambatan gaji PPPK guru di naungan dinasnya. Menurutnya, permasalahan utamanya adalah admistrasi yang belum kunjung selesai hingga kendala aplikasi.

Pada tanggal 24 April 2024, lanjut dia, data PPPK 2024 diterima oleh Subag Keuangan dan BMD dengan kondisi belum lengkap seperti NIK, NIP, nomor rekening Hiprada, alamat, serta nomor handphone.

“Data itu belum bisa diajukan ke BPKAD untuk masuk di aplikasi Taspen. Lalu tanggal 25 April 2024, data baru lengkap dan dapat diajukan untuk masuk ke aplikasi Taspen lewat BPKAD dengan cara impor data. Pada tanggal 26 April 2024 merupakan batas closing (penutupan) gaji bulan Mei 2024 supaya tidak terjadi keterlambatan dalam proses pencairan gaji bulan Mei 2024 untuk 6.028 pegawai ASN Disdik. Dengan resiko keterlambatan pencairan gaji bulan Mei 2024 untuk 6.028 pegawai ASN Disdik, kami tetap menunggu proses impor data dari BPKAD sampai dengan tanggal 30 Mei 2024. Tetapi impor data oleh BPKAD di aplikasi Taspen tetap belum dapat dilakukan (ada kendala aplikasi),” jelas dia di hadapan wartawan.

BACA JUGA:   Harga Terus Naik Jelang Nataru, Pedagang Pasar Peterongan Semarang Jual Cabai Kemasan Kecil

Pihaknya juga memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam proses pencairan gaji PPPK guru di Kota Semarang.

Pertama, proses pengajuan impor data PPPK 2024 pada aplikasi Taspen masih berlangsung. Kedua, jika tanggal 6 Mei 2024 data belum dapat masuk ke aplikasi Taspen, pihaknya akan melakukan penginputan manual dalam waktu 6 hari dengan jumlah personil 3 orang.

“Penginputan manual itu dengan catatan hanya fokus di proses input, dan tidak melakukan pekerjaan lain. Solusi lainnya, setelah data pegawai PPPK 2024 masuk di aplikasi Taspen, maka dapat diajukan pembayaran gaji susulan Bulan Mei 2024 BPKAD (cair di bulan Mei),” paparnya.

Ditanya soal adanya dugaan intervensi terhadap salah seorang PPPK guru di Kota Semarang yang mengadu ke kanal Sapa Mbak Ita, Miftahudin mengaku tidak tahu adanya peristiwa tersebut. Terlebih, pihaknya juga belum pernah memanggil atau mencari terhadap guru yang melaporkan itu.

Adanya hal ini, pihaknya akan mengecek kebenarannya. Jika benar-benar ada yang melakukan intervensi, Dinas Pendidikan Kota Semarang siap memanggil pihak yang melakukan intervensi.

“Kalau ada dugaan itu saya tindaklanjuti pihak-pihao mana yang melakukan intervensi. Dan panggil ke dinas. Agar bisa cari tahu akar masalahnya apa dan itu tidak boleh terjadi lagi,” beber dia.

Miftahudin pula menyatakan bahwa anggaran sudah dianggarkan untuk gaji PPPK di Kota Semarang, namun ada kendala administrasi yang belum selesai hingga mengakibatkan gaji para PPPK terlambat.

“Sudah tersedia (anggaran), sudah dianggarkan. Di awal gaji, ada penginputan belum selesai, kemudian ada aplikasi yang bermasalah akhirnya ikut manual,” katanya.

Atas permasalahan ini, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin misalnya berkomunikasi dengan Bank Jateng hingga BPKAD.

“Kami hanya bisa berupaya semaksimal mungkin untuk mengusulkan untuk melakukan input data, kemudian ngoyak (red; percepat) teman- teman agar isian di aplikasi atau form yang dibagikann benar. Kadang- kadang isiannya nggak benar, seperti nomor rekening sebagainya akan mempersulit kinerja dari Bank Jateng juga,” ucapnya.

BACA JUGA:   Selamat! 5 Mahasiswa UPGRIS Borong Medali Pencak Silat Tingkat Jateng

Diberitakan sebelumnya, Beredar pesan berantai soal tersendatnya pembayaran pencairan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan pesan berantai yang dilihat Indoraya pada Senin (6/5/2024), seharusnya para pegawai PPPK guru di Kota Semarang itu diterima tanggal 1 setiap bulannya melalui transfer, justru tak mereka terima sejak dua bulan yaitu, April dan Mei.

Penyebab tersendatnya pembayaran pencairan gaji PPPK guru di Kota Semarang itu diduga karena permasalahan administrasi yang belum kunjung selesai.

“Assalamualaikum. Yth Rekan-rekan seperjuangan. Berkaitan dengan informasi gaji, berkas sudah masuk di Dinas Pendidikan dan sedang tahap proses penginputan manual. Perkiraan gaji bulan Mei cair tanggal 15-16 Mei 2024. Gaji April akan cair bulan Juni tanggal 15,” tulis dalam pesan berantai lewat WhatApps (WA) Grup para aparatur sipil negara (ASN) itu pada Jumat (3/5) lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Indoraya, ada sebanyak 414 guru PPK di Kota Semarang yang baru saja dilantik dan menerima SK dari Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita di Balai Kota Semarang pada 27 Maret 2024 lalu.

Artinya, ratusan orang tersebut belum mendapatkan gaji dua bulan akibat keterlambatan. Oleh sebab itu, mereka diminta untuk bersabar lantaran masih dalam proses penginputan.

Ternyata pesan berantai itu tidak hanya untuk bersabar saja, namun ada kata-kata bernada ancaman jika ada guru PPPK terindentifikasi terus-menerus menagih gajinya.

“Diharapkan untuk rekan-rekan bersabar nggih (ya, red), dinas pendidikan sudah mengupayakan yang terbaik. Maaf bagi teman-teman yang di grup ini dirasa tidak nyaman silakan keluar atau tidak sesuai aturan akan kami keluarkan, mohon maaf,”
tulis pemberitahuan tersebut, lagi.

BACA JUGA:   Disdik Semarang Dorong Sekolah Edukasi Siswa Agar Tidak Bawa Permainan Lato-lato

Pasalnya, pengirim pemberitahuan itu sudah mengidentifikasi siapa guru yang melaporkan keterlambatan gaji ke layanan pengaduan digital Sapa Mbak Ita.

Namun, aduan yang harusnya sampai ke telinga Mbak Ita, justru 414 guru PPPK mendapat peringatan agar tak mengulangi kembali.

“Kami telah mengidentifikasi terkait keterlambatan gaji bulan April 2024 lapor ke Sapa Mbak Ita, kami mohon jangan sampai hal ini terulang lagi, yang pada akhirnya akan merugikan panjenengan (kalian, red) sendiri, teman-teman ASN PPPK 2024 secara keseluruhan, dan instansi yang menaungi kita,” tegas pemberitahuan itu.

Saat dikonfirmasi wartawan, salah seorang guru PPPK Kota Semarang, berinisial HN membenarkan adanya keterlambatan gaji yang dialami dirinya dan rekan-rekan seperjuangannya.

Ditanya apa penyebab dari keterlambatan gaji itu, HN mengaku tidak ada sebab musababnya.

Bahkan, dia hingga sampai hari ini sudah berkali-kali mengecek M-Banking, ternyata belum kunjung belum masuk.

“Sampai tanggal 6 ini, saya sudah berkali-kali cek m-Banking belum masuk. Padahal sesuai jadwalnya tiap tanggal 1 gaji akan masuk ke rekening Bank Jateng,” ujarnya.

Padahal, kata dia, rekening Bank Jateng yang telah dibuat pada 1 April 2024 itu belum juga jadi. Sementara seluruh persyaratan administrasi, menurutnya, telah dipenuhi.

Guru salah satu SMP negeri di Ibu Kota Jateng itu pun kembali membenarkan bahwa ada salah satu rekan PPPK-nya melaporkan terkait keterlambatan gaji ke Sapa Mbak Ita.

Anehnya lagi, setelah mengetahui ada yang melaporkan ke aplikasi Wali Kota Semarang itu, admin Wa grup PPPK Kota Semarang justru meminta ratusan guru itu agar lebih aktif berkomunikasi dengan admin grup tersebut.

“Anehnya, ada salah satu teman kami yang melaporkan ke Sapa Mbak Ita malah diminta jangan mengulangi lagi. Sementara kami kalau menghubungi dinas tidak pernah direspon,” ujarnya.

Share this Article
Leave a comment