Ad imageAd image

Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan 25,1 Juta Batang Rokok Ilegal

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 1 View
2 Min Read
Bea Cukai Jateng -DIY Musnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal di tempat penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (9/7/2024). (Foto: Bea Cukai Jateng-DIY)

INDORAYA – Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta  memusnahkan sebanyak 25.186.291 batang rokok ilegal di tempat penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (9/7/2024).

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng-DIY Tri Utomo Hendro Wibowo beserta Kepala Kantor Bea Cukai Semarang Bier Budy Kismulyanto dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah memimpin langsung kegiatan pemusnahan ini.

“Sebanyak 25 juta batang rokok tanpa dilengkapi pita cukai ini dimusnahkan yang merupakan hasil dari penindakan 2023. Total perkiraan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 31,6 miliar dengan potensi penerimaan yang seharusnya dibayar sebesar Rp 16,84 miliar,” jelas Tri sesuai pemusnahan.

Selain rokok tanpa pita cukai itu, Tri mengungkapkan bahwa pihaknya juga memusnahkan 603,4 liter minuman nengandung etil alkohol atau MMEA, 3.270 gram Tembakau Iris atau TIS, 2,28 liter vape liquid, dan 1.820 butir obat-obatan.

Menurutnya, barang keseluruhan yang dimusnahkan itu merupakan barang yang menjadi barang milik negara (BMMN).

Selain barang bukti, Tri mengungkapkan ada 60 tersebut yang terlibat dalam kasus tersebut. Puluhan tersangka itu bakal diproses di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Pihaknya menyebut, ada lebih dari 32 PDP berkas atau P21 di wilayah Jateng dan DIY, yang sudah diserahkan ke Kejati Jateng.
Kemudian dalam satu berkas, setidaknya terdapat dua tersangka.

“Artinya dalam hal memang secara pembuktian dua alat bukti cukup, tentu kami akan mensinergikan ke Kejaksaan, ini proses [P21], sekitar 60-an [tersangka],” bebernya.

Tri menegaskan bahwa terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Yakni setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau
menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1).

“Pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/ atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tegasnya.

Share This Article