Ad imageAd image

BBWS Pemali Juana Mulai Tangani Banjir di Mejobo Kudus

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 88 Views
2 Min Read
Foto : laman Pemkab Kudus

INDORAYA –  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Jumat (21/1/2022) direncanakan mulai menangani banjir yang melanda Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, menyusul genangan air yang mulai surut.

Camat Mejobo, Aan Fitriyanto, mengatakan selain penanganan badan sungai oleh BBWS, dia bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, BPBD, Pemdes Golantepus, dan BBWS juga terus memonitor lokasi, terutama kondisi cuaca dan sungai-sungai di wilayah itu.

Dia juga berkoordinasi dengan Puskesmas Mejobo, agar memeriksa kesehatan warga yang terdampak.

Sebelumnya, akibat luapan Sungai Piji dan Mrisen, sedikitnya 200 unit rumah warga di di RW 2 Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, tergenang banjir, menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu.

BACA JUGA:   Dragan Minta Pemain PSIS Fokus Hadapi Madura United

Menurut Fitri, lokasi tersebut memang merupakan dataran rendah dan diapit Sungai Piji dan Mrisen, sehingga ketika terjadi hujan deras sering kebanjiran.

Terkait kondisi tanggul kedua sungai itu, menurut dia sebenarnya masih cukup aman. Tetapi karena sedimentasi parah, sehingga ketika Rabu (19/1/2022) terjadi hujan deras, kedua sungai tersebut meluap.

Ketinggian genangan di masing-masing rumah warga, pada Kamis (20/1) dini hari bervariasi 30 sampai 40 sentimeter. Namun demikian, pada pukul 08.30 WIB, ketinggian genangan sudah mulai berkurang.

BACA JUGA:   Kegagalan Adalah Bahan Bakar

Selain terjadi di Desa Golantepus, banjir juga melanda Desa Mejobo, meskipun tidak begitu luas karena lokasinya yang berada di dataran rendah, sehingga setiap curah hujan tinggi sering tergenang banjir.

Sebelumnya, Bupati Kudus Hartopo, meminta jajarannya untuk segera bergerak dalam penanganan banjir di Mejobo.

“Lakukan penanganan segera. Koordinasi dengan semua pihak,” kata Bupati.

Banjir ini akibat melimpasnya Sungai Mrisen dan Sungai Dawe, sehingga perlu pengecekan tanggul. Sehingga tidak mengakibatkan risiko yang lebih besar.

“Saya minta kondisi tanggul harus dicek semua. Pastikan dalam kondisi yang aman,” tambahnya. (IR)

BACA JUGA:   Retribusi Pemakaman di TPU Milik Pemkot Semarang Kini Dihapus
Share this Article