Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BBPOM Semarang Perkuat Germas Sapa untuk Wujudkan Pangan Aman di Jateng
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

BBPOM Semarang Perkuat Germas Sapa untuk Wujudkan Pangan Aman di Jateng

By Redaksi Indoraya
Jumat, 21 Nov 2025
Share
4 Min Read
BBPOM Semarang Perkuat Germas Sapa untuk Wujudkan Pangan Aman di Jateng. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang terus memperkuat langkah menghadirkan pangan aman bagi masyarakat Jawa Tengah melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa).

Program nasional berbasis komunitas yang diluncurkan Badan POM sejak 2017 itu menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kepala BBPOM di Semarang, Rustyawati, menjelaskan bahwa Germas Sapa menekankan pendekatan preventif, promotif, dan edukatif. Program tersebut mengajak masyarakat agar mampu memproduksi, menyediakan, dan mengonsumsi pangan yang aman dari cemaran fisik, kimia, maupun biologi.

Upaya itu sekaligus menjawab berbagai persoalan keamanan pangan, seperti minimnya pemahaman pelaku usaha mengenai higiene dan sanitasi, penggunaan bahan tambahan pangan melebihi batas, penyalahgunaan bahan berbahaya, hingga isu pencemaran lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Germas Sapa di Jawa Tengah dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Program itu merupakan sinergi antara Gerakan Keamanan Pangan Desa/Kelurahan, Pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

“Masing-masing memiliki segmen sasaran berbeda namun berorientasi pada satu tujuan, meningkatkan pola hidup sehat masyarakat dalam mengelola dan mengonsumsi pangan aman,” ujarnya dalam kegiatan Monev Keterpaduan Keamanan Pangan Tahun 2025 di Balai Bahasa Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).

Rustyawati menuturkan bahwa tahun ini intervensi dilakukan di enam desa, satu pasar rakyat, serta 20 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Ia menekankan bahwa desa, sekolah, dan pasar merupakan pilar penting dalam membangun budaya keamanan pangan.

Badan POM mendorong desa dan kelurahan agar mandiri dalam membiasakan praktik keamanan pangan hingga tingkat rumah tangga. Dengan demikian, desa diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta memperkuat perekonomian warganya.

Di sektor pendidikan, program Sapa Sekolah ditujukan untuk membentuk budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah. Anak-anak diberikan pemahaman yang tepat terkait pangan aman agar mereka mampu melindungi diri dari pangan berisiko tinggi.

“Sementara itu, di pasar rakyat sebagai titik penting masyarakat memperoleh bahan pangan, intervensi difokuskan pada pencegahan penyalahgunaan bahan berbahaya, seperti boraks dan formalin. Kurangnya pengendalian di pasar selama ini, menyebabkan masih ditemukannya pangan berbahaya yang mengancam kesehatan konsumen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterpaduan keamanan pangan di Jawa Tengah bertujuan membangun budaya keamanan pangan melalui peningkatan kemandirian masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, upaya ini juga memperkuat kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga.

“Dan satu lagi, untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian desa/kelurahan. Dengan sinergi semua pihak, Germas Sapa diharapkan mampu menjadi gerakan kemandirian masyarakat, dalam memastikan pangan yang aman, sehat, dan bermutu bagi seluruh warga Jawa Tengah,” tandasnya.

Langkah ini selaras dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meminta agar pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat, guna memastikan keamanan pangan di wilayahnya. Ia mengingatkan bahwa keamanan makanan tidak boleh diabaikan.

Dalam kesempatan lain, Luthfi menyampaikan bahwa seluruh dapur penyedia MBG harus meningkatkan standar kebersihan, pengolahan, dan pengawasan makanan agar kasus keracunan tidak terulang.

“Harapannya, kejadian-kejadian (keracunan) kemarin tidak terulang kembali, karena ini program struktural, maka harus kita laksanakan,” tegas Luthfi.

TAGGED:BBPOM SemarangPerkuat Germas Sapa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang

Selasa, 13 Jan 2026
Semarang

Puluhan Anak Lintas Agama di Semarang Belajar Nilai Keberagaman Lewat Sapta Darma

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

1.013 RTLH di Semarang Direnovasi pada 2025, Alokasi Tahun Ini Berkurang

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut Gegara Cuaca Ekstrem, Pemkot Beri Bantuan

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?