Ad imageAd image

Bawaslu Sulit Awasi Netralitas Jokowi di Pemilu 2024

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 886 Views
2 Min Read
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kesulitan mengawasi dan menindak dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Plpres 2024.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyebut Undang-undang dan acuan aturan yang ada saat ini memungkinkan masih ada celah atau ruang abu-abu bagi seorang presiden dalam menunjukkan keberpihakan terhadap kandidat tertentu tanpa ditindak.

Hal itu disampaikan Bagja merespons Jokowi yang foto bersama Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus capres nomor urut 02 Prabowo Subianto setelah acara peresmian Graha Utama Akademi Militer (Akmil) di Magelang.

BACA JUGA:   TKN Prabowo-Gibran: Sampai Saat Ini Tak Ada Kecurangan yang Bisa Sampai Batalkan Pemilu

Dalam foto itu, terlihat juga beberapa influencer yang mendukung pasangan calon 02, Prabowo dan anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Tak hanya berfoto, Jokowi dan Prabowo juga makan bakso bersama.

“Pasti ada semua ada celahnya [aturan yang ada], semua ini bisa, bukan celah, gap-nya ada sehingga tidak bisa Bawaslu untuk kecuali nanti kita nindaknya, tapi biasanya kita melakukan imbauan dan lainnya untuk mencegah,” kata Bagja di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

“Kondisi peraturan undang-undang kita agak sulit,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Awasi Coklit Pemilu 2024, Bawaslu: Ada 5 Masalah Utama

Menurut Bagja, harus ada aturan yang lebih rinci terkait kewenangan Bawaslu. Dengan demikian, kata Bagja, Bawaslu bisa menindaklanjutinya.

Saat ini, kaya Bagja, Bawaslu hanya bisa melakukan pencegahan dalam bentuk imbauan.

“Ya kami bahas di pleno. Dan kemudian kalau misalnya tidak terbukti menurut tindakan, tidak bisa ditindaklanjuti menurut hukum, ya agak sulit,” terangnya.

Namun demikian, Bawaslu juga tak mau berkomentar banyak terkait foto Jokowi dan Prabowo Subianto serta para influencer itu. Bawaslu mengatakan para influencer itu harus dipastikan terlebih dahulu kapasitas mereka datang sebagai apa.

BACA JUGA:   Polda Jateng Gandeng 350 Berbagai Lapisan Masyarakat Demi Pemilu Damai

“Sebagai apa influencer ini? Sebagai tim kampanye, sebagai apa?” tandasnya.

Share this Article
Leave a comment