Ad imageAd image

Bawaslu Semarang Tertibkan Stiker Kampanye di Angkot

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 707 Views
2 Min Read
Stiker kampanye di mobil (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang bersama jajarannya menertibkan bahan kampanye (BK) berupa stiker calon anggota legislatif di sejumlah angkutan kota (angkot).

Ketua Bawaslu kota Semarang Arief Rahman mengakui maraknya pemasangan stiker untuk “branding” kampanye caleg di angkot dan angkutan umum di Kota Semarang menjelang Pemilihan Umum 2024.

Padahal, kata dia, mengacu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 15/2023 pasal 70 ayat 1 huruf g menegaskan bahwa bahan kampanye yang dapat ditempel dilarang dipasang atau ditempelkan di sarana prasarana publik.

BACA JUGA:   Bawaslu Semarang Telah Awasi 533 Kampanye Pemilu 2024

Menurut dia, penertiban itu merupakan tindak lanjut rapat koordinasi yang sudah dilakukan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dengan maraknya “branding” kampanye di angkot.

“Angkutan umum bagian dari sarana prasarana publik. Sehingga, ini menjadi objek yang harus ditertibkan,” tegasnya, pada Rabu (17/1/2024).

Sebelum melakukan penertiban, Bawaslu Kota Semarang sudah melakukan inventarisasi sejak 10-16 Januari 2024 menemukan sebanyak 75 angkutan umum yang teridentifikasi “branding” stiker kampanye.

“Kami sudah identifikasi. Berdasarkan kajian hal tersebut masuk kategori pelanggaran maka dilakukan penerusan kepada pihak terkait, dalam hal ini Dishub Kota Semarang agar menindaklanjuti guna penertiban,” tuturnya.

BACA JUGA:   Hari Ketiga Kampanye, Bawaslu Kota Semarang Belum Temukan Pelanggaran APK

Ia menyebutkan titik penertiban angkutan umum, antara lain Pasar Johar-Dr Cipto-Banyumanik, Syuhada Raya-Johar, Karangayu-Mangkang, Johar-Kedungmundu, Sampangan-Johar, dan Jalur Gunungpati-Karangayu.

Arief menjelaskan bahwa Bawaslu bersama tim gabungan akan melakukan penertiban terhadap pemasangan BK di angkutan kota selama tiga hari berturut-turut, yakni 17-19 Januari 2024.

“Polanya dengan melakukan patroli dan turun langsung mengamati angkutan umum. Apabila kedapatan stiker maka dilakukan pemberhentian,” ucapnya.

Pada hari pertama penertiban, kata dia, Bawaslu berhasil menindak sebanyak 15 angkutan umum yang sedang terparkir di area Pasar Karangayu dan Pasar Johar.

BACA JUGA:   Kian Menjamur, Bawaslu Semarang Kembali Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Untuk “branding” stiker di mobil pribadi, diakuinya, tidak ada pengaturannya pada Pemilu 2024 karena aturannya memang berbeda pada Pemilu 2019.

Pada Pemilu 2019, kata dia, ada larangan pemasangan “branding”, baik di angkutan umum maupun mobil pribadi, sedangkan sesuai PKPU 15/2023 pasal 70, pemasangan “branding” di kendaraan pribadi tidak diatur.

Share this Article
Leave a comment