Ad imageAd image

Bawaslu Jateng Tidak Temukan Dugaan Keterlibatan Polisi Pasang Baliho Prabowo-Gibran

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 727 Views
2 Min Read
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq. (Foto: Dok. Pribadi)

INDORAYA – Media sosial diramaikan dengan isu keterlibatan aparat kepolisian dalam politik praktis Pemilu 2024. Aparat kepolisian diduga ikut campur memasang baliho Prabowo-Gibran di wilayah Jawa Timur.

Menanggapi isu ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) mengaku tidak mendapatkan laporan maupun temuan soal keterlibatan aparat dalam memasang baliho pasangan calon Prabowo-Gibran di wilayah Jateng.

“Bahwa sampai saat ini belum ada temuan maupun laporan peristiwa serupa (dugaan pemasangan baliho Prabowo-Gibran) di Jawa Tengah,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq, kepada Indoraya.news, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:   DPRD Dorong Pemprov Fasilitasi Penyediaan Air Minum Tangani Persoalan Kemiskinan di Jateng

Menjelang masa kampanye yang dijadwalkan pada 28 November 2023, Bawaslu Jateng telah mewanti-wanti peserta Pemilu 2024 untuk menaati seluruh aturan kampanye.

“Bawaslu Jawa Tengah telah berkirim surat imbauan ke partai politik, calon perseorangan DPD tentang pengaturan kampanye sebagai upaya pencegahan pelanggaran,” kata Kholiq.

Sementara untuk optimalisasi pencegahan pelanggaran, Bawaslu Jateng juga terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan koordinasi dengan stakeholders terkait.

“Termasuk melakukan terus penyebaran pesan-pesan pengawasan serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak guna memaksimalkan upaya-upaya pencegahan,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Minyakita di Jateng Masih Langka, Ganjar Sebut Kebanyakan Pedagang Jual di Atas HET

Lebih lanjut demi mewujudkan suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi 2024, Bawaslu Jateng mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengawasan.

“Bawaslu Jateng sangat berharap keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu,” tandas Nur Kholiq.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), Julius Ibrani menduga adanya keterlibatan oknum kepolisian dengan memberikan instruksi untuk memasang baliho Prabowo-Gibran.

Ia bersama beberapa perwakilan dari organisasi lain seperti ICW (Indonesia Corruption Watch) hingga WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) menentang tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.

BACA JUGA:   Tercatat 2.000 Kasus Tahun Lalu, Kekerasan Perempuan dan Anak di Jateng Diklaim Turun

Julius menduga, ada campur tangan dari Presiden Joko Widodo dalam aksi polisi memasang baliho Prabowo-Gibran. Apalagi, Jokowi memang mengerahkan segala kekuatan demi memenangkan Gibran sebagai cawapres Prabowo.

Share this Article
Leave a comment