Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Bantu Tangani Bencana Sumatra, Mesin Penjernih Air Undip Cukupi 5.000 Kebutuhan Pengungsi Per Hari
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Teknologi

Bantu Tangani Bencana Sumatra, Mesin Penjernih Air Undip Cukupi 5.000 Kebutuhan Pengungsi Per Hari

By Redaksi Indoraya
Selasa, 16 Des 2025
Share
4 Min Read
Mesin air bersih yang akan dikirimkan ke lokasi bencana Sumatera. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Upaya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi pascabencana di Sumatera Barat mendapat dukungan dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Perguruan tinggi tersebut mengirimkan teknologi penjernih air bersih yang mampu mencukupi kebutuhan ribuan pengungsi setiap hari, sebagai respons atas krisis air bersih dan sanitasi di wilayah terdampak.

Pengiriman tahap awal mesin penjernih air secara resmi dilepas oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., sebagai bagian dari misi kemanusiaan kampus. Bantuan teknologi ini menjadi pelengkap dari berbagai bantuan sebelumnya yang telah disalurkan UNDIP ke daerah bencana.

Prof. Suharnomo menyampaikan apresiasi kepada tim inovator UNDIP yang terlibat langsung dalam misi tersebut, yang diwakili oleh Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T. Berdasarkan hasil observasi lapangan, ketersediaan air bersih dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak selain layanan kesehatan.

“Berdasarkan simpulan di lapangan, kebutuhan air bersih menjadi sangat krusial. Karena itu, hari ini UNDIP mengirimkan mesin penjernih air ke Sumatera Barat, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan kami distribusikan pula ke Aceh dan Sumatera Utara,” jelasnya.

“Ini bagian dari komitmen UNDIP yang menyeluruh tidak hanya membantu pemulihan fisik dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan mahasiswa terdampak bencana tetap dapat melanjutkan studinya melalui pembebasan UKT dan dukungan biaya hidup,” tambah Prof. Suharnomo.

Sementara itu, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa menjelaskan bahwa teknologi air bersih yang dikirimkan terdiri dari dua tipe mesin, yakni berkapasitas besar dan berkapasitas kecil. Mesin berkapasitas besar mampu mengolah air hingga 100–120 meter kubik per hari atau setara 100.000–120.000 liter, sehingga dapat melayani sekitar 5.000 orang per hari.

Adapun mesin berkapasitas kecil memiliki kemampuan produksi 2–5 meter kubik per hari atau 2.000–5.000 liter, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 250 orang per hari. Mesin kecil ini dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dengan keterbatasan akses distribusi serta dapat ditempatkan di posko pengungsian.

“Mesin ini mengolah air keruh akibat banjir menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sanitasi. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk menghasilkan air siap minum. Harapannya, teknologi ini dapat diperbanyak menjadi unit-unit yang lebih luas sehingga kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana semakin baik,” jelas Prof. Nyoman.

Dalam operasionalnya, UNDIP bekerja sama dengan Politeknik Negeri Padang untuk menentukan lokasi penempatan mesin sekaligus membantu distribusi air bersih. Air hasil olahan mesin tersebut akan disalurkan kepada masyarakat menggunakan mobil tangki air.

Pengiriman mesin penjernih air ini didukung melalui pendanaan internal UNDIP serta skema pengabdian masyarakat kebencanaan dari Diktisaintek. Satu unit mesin telah diberangkatkan pada tahap awal dengan pendanaan UNDIP dan dikirim langsung ke Padang melalui jalur darat. Sementara itu, tiga unit mesin lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan direncanakan menyusul ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

Selain bantuan teknologi, UNDIP juga telah mengirimkan dua gelombang tim relawan pada 2 Desember 2025 dan 10 Desember 2025. Tim tersebut terdiri dari tenaga medis, dokter, paramedis, psikolog, serta tim trauma healing, yang bergerak berkolaborasi dengan IKA UNDIP di lokasi bencana. IKA Medica Fakultas Kedokteran UNDIP turut mengirimkan relawan ahli medis dan bedah.

UNDIP berharap, rangkaian bantuan ini dapat memberikan solusi nyata dan berkelanjutan bagi para pengungsi dalam masa pemulihan pascabencana.

TAGGED:Bencana SumatraBerita Jateng TerbaruBerita Jateng TerkiniMesin Penjernih Air UndipTeknologi penjernih air
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Teknologi

Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul”

Senin, 09 Feb 2026
Teknologi

Elon Musk Targetkan Kota Baru di Bulan dalam 10 Tahun Lewat SpaceX

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Satpol PP Jepara Tertibkan Spanduk Liar, Penertiban Menyasar Jalan Nasional hingga Kawasan Wisata

Minggu, 08 Feb 2026
Olahraga

KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?