Ad imageAd image

Banjir Rendam Sekolahan di Trimulyo Semarang, Siswa Terpaksa Diliburkan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 748 Views
2 Min Read
SDN Trimulyo 02, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, terendam banjir sejak Rabu (13/3/2024) hingga Senin (18/3/2024) ini, belum kunjung surut. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Hujan dengan intensitas cukup lebat membuat sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), terendam banjir. Salah satu wilayah yang terparah, yakni di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jateng. Sejak Rabu (13/3/2024) hingga Senin (18/3/2024) ini, banjir yang merendam di lokasi tersebut belum sepenuhnya surut.

Sehingga, sekolahan yang berada di Trimulyo itu terpaksa meliburkan siswanya akibat banjir.

Kondisi itu seperti yang terlihat di SDN Trimulyo 02, Genuk, Kota Semarang. Sejak banjir merendam mengakibatkan kegiatan belajar mengajar siswa pun ditiadakan mengingat genangan air masih mencapai kurang lebih setengah meter.

BACA JUGA:   Dishub Kota Semarang Bolehkan Pemasangan Stiker di Angkutan Umum, Tapi Ada Syaratnya

Selain itu, ruang kelas dan ruang guru pun tak luput dari terjangan banjir, hingga membuat buku-buku, raport, dan surat administrasi siswa ikut terendam.

“Banjir sejak hari Rabu (13/3/2024) lalu hingga sampai sekarang belum surut. Bahkan ketinggiannya mencapai 30 sentimeter. Dengan itu, siswa diliburkan terlebih rumah siswa juga ikut tergenang banjir,” jelas Kepala Sekolah SDN Trimulyo 02, Endang kepada Indoraya, Senin siang.

Semenjak siswanya diliburkan, Endang mengungkapkan guru-guru di sekolahannya tetap berangkat guna memantau kondisi genangan air hingga mengamankan aset milik SDN Trimulyo 02.

BACA JUGA:   Kisah Kharis Nelayan Muda Kampung Tambakrejo Semarang Sering Dapatkan Sampah Saat Melaut

“Guru tetap masuk untuk mengamankan aset sekolahan sekaligus mencicil bersih-bersih,” ucapnya.

Guru-guru di SDN Trimulyo sedang melakukan proses pembersihan ruang kelas, ruang guru hingga ruang kepala sekolah yang terendam banjir, Senin (18/3/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi)

Dia berharap rencana pemerintah terkait pembangunan polder yang digadang-gadang bisa mengatasi banjir di Trimulyo segera terwujud.

Pasalnya, Trimulyo merupakan wilayah yang menjadi langganan banjir setiap tahunannya.

Diketahui secara geografis, Trimulyo juga terletak di sebuah cekungan yang menjadi penyebab air di sekolah ini sulit surut dan harus dilakukan pemompaan agar bisa dialirkan.

“Mudah-mudahan pembangunan polder di Trimulyo bisa terwujud. Hal itu agar banjir bisa teratasi dan kegiatan belajar mengajar pun tidak terganggu,” ungkap dia.

BACA JUGA:   Keren! Dosen UPGRIS Berbagi Ilmu Pembuatan Media Pembelajaran kepada Guru di Thailand
Share this Article
Leave a comment