INDORAYA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berdampak serius pada sektor pendidikan. Sebanyak 62 sekolah, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga SMP, terdampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sementara dihentikan dan dialihkan ke pembelajaran daring.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengambil langkah antisipatif dengan memberlakukan KBM online demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan kebijakan pembelajaran daring akan diterapkan selama kondisi banjir masih mengganggu aktivitas sekolah.
“Kegiatan belajar mengajar secara daring tetap digelar selama sekolah tersebut masih terdampak banjir,” kata Anggun, Kamis (15/1).
Menurut Anggun, jumlah sekolah yang terdampak banjir masih dapat berubah dan terus diperbarui, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi. Banjir akibat hujan deras sejak Jumat (9/1) telah merendam berbagai kecamatan di Kudus, menyebabkan puluhan sekolah dasar dan TK tidak dapat melaksanakan KBM tatap muka.
Disdikpora Kudus juga telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayah terdampak untuk memprioritaskan keselamatan warga sekolah. Sekolah diminta meliburkan siswa sementara dan menggantinya dengan sistem pembelajaran daring.
“Kami minta seluruh sekolah mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan KBM tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko,” ujarnya.
Selain penghentian KBM luring, pihak sekolah juga diminta mengamankan aset-aset penting seperti perangkat elektronik, alat peraga, dan buku pelajaran agar tidak rusak akibat genangan air. Guru pun tetap diminta memantau perkembangan belajar siswa dari rumah melalui WhatsApp Group (WAG) maupun platform pembelajaran lainnya.
Disdikpora Kudus turut memberikan fleksibilitas kepada tenaga pendidik, termasuk opsi work from anywhere (WFA) serta toleransi keterlambatan selama kondisi darurat banjir berlangsung.
Sementara itu, Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Muhammad Sa’id, menyampaikan banjir mulai menggenangi lingkungan sekolah pada Senin (12/1) siang setelah KBM selesai.
“Karena halaman sekolah tergenang banjir, siswa diliburkan dan pembelajaran tatap muka diganti secara daring,” katanya.


