INDORAYA – Memasuki hari kesembilan, kawasan Pantura Kaligawe, Semarang, masih lumpuh akibat terendam banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan cukup parah akibat genangan air. Terutama di jalur arah Semarang menuju Demak.
Kemacetan terpantau mulai dari belokan Jumadil Kubro hingga depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.
Petugas mencatat, ketinggian air di depan RSI Sultan Agung mencapai sekitar 85 sentimeter, berdasarkan pengukuran dari water level meter di lokasi.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa kemacetan di ruas Jalan Pantura Kaligawe tidak hanya disebabkan oleh banjir, tetapi juga banyaknya truk yang mogok di tengah genangan air.
“Dengan banyaknya truk yang mengalami kemacetan atau mogok di genangan air ini, semakin memperparah kemacetan yang ada di jalur Pantura,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).
Untuk mengurai kemacetan, petugas gabungan dari Polsek Genuk, Koramil Genuk, dan Polrestabes Semarang dikerahkan ke lokasi. Mereka menarik kendaraan yang mogok akibat terendam banjir agar arus lalu lintas kembali bergerak.
“Kita carikan kendaraan yang lebih besar dan kekuatannya lebih tinggi lagi untuk menarik kendaraan-kendaraan yang mogok di tengah genangan air. Karena muatannya berat, jadi harus ditarik dengan kendaraan yang besar juga,” ungkapnya.
Karena situasi jalan tak lagi bisa dilintasi normal, petugas akhirnya menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow untuk kendaraan dari arah barat menuju timur.
“Karena kondisinya jalan sudah tidak bisa dilintasi oleh kendaraan lain, maka kita lakukan rekayasa dengan melakukan contra flow terhadap kendaraan dari arah barat menuju timur,” pungkasnya.


