Ad imageAd image

Banjir di Demak Meluas, BBWS Masih Kesulitan Tambal Tanggul Sungai Jebol

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 901 Views
1 Min Read
Banjir merendam ruas jalan Pantura, Kabupaten Demak. (Foto: Dokumen warga)

INDORAYA – Banjir yang merendam Kabupaten Demak sejak hari Selasa (6/2/2024) kemarin kini semakin meluas. Ini membuat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih kesulitan menambal sejumlah tanggul yang jebol.

Kepala BBWS Pemali Juana, Harya Muldianto mengatakan, hasil koordinasi sementara bersama pemerintah daerah, didapati ada satu tanggul jebol yang harus segera tangani.

“Tapi sementara ini yang tanggul di Sungai Wulan kita tunggu dulu, kondisinya belum surut, saat ini (genangan air) masih tinggi. Jadi belum bisa lakukan tindakan,” katanya saat dihubungi, Kamis (8/2/2024).

BACA JUGA:   Imbas Banjir Demak, Bawaslu Buka Opsi Relokasi hingga Pemilu Susulan

Menurutnya, penambalan tanggul sungai darurat dalam kondisi banjir yang masih tinggi bisa membahayakan. Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan tim untuk langsung melakukan penanganan apabila kondisi telah memungkinkan.

“Intinya nanti kalau sudag surut bakal kami segera perbaiki tanggul-tanggul rusak itu,” ungkap Harya.

Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, dampak banjir telah melebar ke enam kecamatan dari yang semula hanya empat kecamatan. Hingga Rabu (7/2/2024) pukul 21.00 WIB, banjir telah menggenangi wilayah Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, dan Dempet.

BACA JUGA:   Rumah Zakat Action Bagikan Makanan Bantu Warga Terdampak Banjir Demak

Sementara dari laporan BPBD, jumlah desa yang terdampak sebanyak 24 desa dengan jumlah jiwa sekitar 56.919 Jiwa. Hingga berita ini ditulis, kerusakan masuk dihitung dan tidak ada korban jiwa.

Share this Article
Leave a comment