INDORAYA – Banjir yang merendam Kota Pekalongan, Jawa Tengah selama berhari-hari tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan warga, khususnya para pengungsi.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah mencatat, puluhan warga terdampak banjir mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah beberapa hari berada di lokasi pengungsian dengan kondisi lingkungan yang terbatas.
Data tersebut diperoleh setelah puluhan personel Biddokkes Polda Jateng melakukan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi di sejumlah titik. Pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di Posko Pengungsian SD Negeri 3 Tirto dan Posko Masjid Khusnul Khuluq, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan.
Di kedua lokasi tersebut, pengungsi mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter umum, serta menerima obat-obatan dan vitamin sesuai dengan hasil pemeriksaan medis.
Sejumlah keluhan kesehatan pun dialami para pengungsi. Mulai dari batuk, sesak napas, pusing, hingga keluhan penyakit kronis yang memburuk akibat harus bertahan di pengungsian dalam waktu cukup lama.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 54 kasus. Selain itu, terdapat keluhan pusing, hipertensi, diare, hingga penyakit kronis. Secara keseluruhan, sebanyak 85 pengungsi telah kami periksa dan seluruhnya mendapatkan penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan,” ungkap Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol drg. Agustinus, Rabu (21/1/2026).
Agustinus menjelaskan, kondisi lingkungan pengungsian yang padat, lembap, serta keterbatasan fasilitas kebersihan berpotensi memicu gangguan kesehatan apabila tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi pengungsi semakin memburuk, terutama bagi kelompok rentan.
Selain pemeriksaan medis, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada para pengungsi terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan di area pengungsian guna menekan risiko penularan penyakit.
“Selain pemeriksaan medis, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada pengungsi terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan di area pengungsian guna menekan risiko penularan penyakit,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi pengungsian merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak bencana.
“Dalam situasi bencana, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Polri hadir untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, termasuk layanan kesehatan, agar mereka tetap kuat dan mampu melalui masa sulit ini,” ujar Artanto.
Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan dampak banjir di Kota Pekalongan berjalan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan tepat sasaran.


