INDORAYA – Kondisi banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai menunjukkan perbaikan. Seiring dengan surutnya genangan air dan menurunnya intensitas hujan, ratusan warga terdampak banjir kini mulai meninggalkan tempat pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyebutkan bahwa sebagian besar warga telah pulang karena kondisi lingkungan mulai aman.
“Jika sebelumnya tercatat ada 2.467 jiwa yang harus mengungsi di belasan tempat pengungsian, maka saat ini hanya tersisa 1.579 jiwa, sehingga ratusan pengungsi sudah pulang ke rumahnya karena genangan banjir mulai surut,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Jumat (23/01/2026).
Meski demikian, masih terdapat 1.579 jiwa pengungsi yang bertahan di sembilan lokasi pengungsian. Mereka berasal dari sejumlah wilayah yang kondisi genangan airnya belum sepenuhnya surut.
BPBD mencatat, wilayah terdampak banjir yang sebelumnya meliputi 38 desa di sembilan kecamatan, dengan total 22.503 keluarga atau 70.543 jiwa, kini hampir seluruhnya mengalami penurunan debit air. Sementara itu, jumlah rumah terdampak juga menyusut dari 10.060 rumah menjadi 2.675 rumah yang tersebar di empat kecamatan.
Di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, genangan air juga mulai berkurang. Namun, beberapa titik masih tergenang cukup tinggi sehingga rencana pemulangan 101 pengungsi di Balai Desa Karangrowo yang semula dijadwalkan pada Jumat (23/1) harus ditunda hingga keesokan harinya.
Penurunan jumlah pengungsi turut berdampak pada operasional dapur umum. Dari sebelumnya 23 dapur umum, kini hanya tujuh lokasi yang masih aktif melayani kebutuhan warga, sementara dapur umum lainnya telah dinonaktifkan karena mayoritas pengungsi telah kembali ke rumah.
Meski situasi membaik, BPBD Kabupaten Kudus menegaskan pemantauan tetap dilakukan secara intensif di wilayah terdampak banjir, termasuk memastikan kesiapan dapur umum yang masih beroperasi.
“Kami tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.


