Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Banjir Bawa Gelondongan Kayu di Lereng Gunung Slamet, DLHK Jateng: Dari Hutan Rakyat
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Banjir Bawa Gelondongan Kayu di Lereng Gunung Slamet, DLHK Jateng: Dari Hutan Rakyat

By Lu'luil Maknun
Rabu, 28 Jan 2026
Share
3 Min Read
Kepala DLHK Jawa Tengah, Widi Hartanto usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026). (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Gelondongan kayu yang membanjiri sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet pascabencana banjir diduga kuat berasal dari hutan rakyat, bukan dari kawasan hutan lindung.

Hal ini disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah setelah melakukan identifikasi awal terhadap material kayu yang ikut terbawa arus banjir bandang pada 23-24 Januari 2026.

Kepala DLHK Jawa Tengah, Widi Hartanto menjelaskan bahwa timnya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih melakukan verifikasi mendalam.

Namun, dari pengamatan sementara, jenis kayu yang banyak ditemukan adalah sengon, yang umumnya merupakan tanaman produksi masyarakat.

“Kalau melihat jenisnya, ada kayu sengon. Itu ada potensi memang berasal dari hutan rakyat, dari lahan-lahan masyarakat yang memang tanaman produksi kayu,” kata Widi usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026).

Widi menegaskan, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari kegiatan pembalakan liar di hutan lindung.

Menurut dia, material yang sampai di pesisir, seperti di Kabupaten Tegal, didominasi oleh kayu berukuran kecil dan ranting, bukan gelondongan besar.

“Tidak semuanya dari hutan lindung. Kami masih cek. Identifikasi sementara kemarin belum ditemukan kayu pinus yang khas dari hutan lindung. Yang ke pantai di Tegal juga lebih banyak kayu ranting,” jelasnya.

Menurut Widi, penyebab utama bencana yang melanda Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga disebabkan oleh kombinasi curah hujan ekstrem dan topografi lereng yang terjal, meskipun alih fungsi lahan turut berperan.

“Kalau kita cermati, yang sangat mempengaruhi adalah curah hujan sangat tinggi dan kelerengan yang tajam. Ada tutupan lahan yang kurang dan alih fungsi, tapi pemicu utamanya adalah hujan ekstrem di puncak,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, DLHK Jateng telah mengusulkan agar kawasan Gunung Slamet ditetapkan sebagai Taman Nasional.

Usulan yang disampaikan ke KLHK sejak 2025 ini diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi dan memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi kawasan strategis tersebut.

“Kami mendorong agar Gunung Slamet jadi Taman Nasional. Tahun ini akan ada tim terpadu turun untuk kajian dan pemetaan. Harapannya, status ini bisa mengoptimalkan upaya perbaikan hutan,” pungkas Widi.

TAGGED:DLHK JatengGunung SlametKepala DLHK Jateng Widi Hartanto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?