INDORAYA – Banjir bandang kembali menerjang kawasan Obyek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan menyebabkan sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan.
“Ini kejadian baru, bukan lanjutan dari peristiwa sebelumnya,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Alexander Armin Nugroho saat dikonfirmasi Indoraya.news, Sabtu (24/1/2026).
Hujan deras disertai angin kencang di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung disebut menjadi pemicu banjir bandang yang melanda kawasan wisata. Aliran sungai meluap sehingga mengubah alur sungai dan merusak beberapa sarana wisata.
“Kebetulan titik kejadiannya sama, yakni di area Pancuran 13 dan Pancuran 5,” kata Alexander.
Meurut dia, dampak banjir bandang kali ini lebih besar dibanding peristiwa sebelumnya. Beberapa jembatan dan area wisata mengalami kerusakan parah.
Fasilitas yang terdampak yakni Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 ambruk serta area Pancuran 5 dan Pancuran 13 yang rusak. Jembatan gantung Pancuran 5 juga mengalami kerusakan, sementara satu unit excavator mini hanyut terbawa arus.
“Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga,” jelas Alexander.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal telah melakukan pemantauan, penyisiran, dan pembersihan material lumpur, kayu, dan sampah di lokasi terdampak. Aktivitas wisata di beberapa titik dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung.
“TRC terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait untuk pemulihan kawasan ini,” tambah Alexander.
BPBD Jateng bersama instansi terkait juga merencanakan pembenahan alur sungai DAS Gung. Pemasangan jembatan Bailey akan dilakukan sebagai akses sementara di kawasan terdampak.
“Rencana tindak lanjut termasuk pembenahan alur sungai DAS Gung dan pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara,” ujar Alexander.


