Ad imageAd image

Bangun Pabrik Timah Rp 400 Miliar di Batam, Adik Prabowo Rp 1,2 Triliun

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 943 Views
3 Min Read
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sedang membangun pabrik pengolahan timah di Kepulauan Riau.

Melalui perusahaan afiliasi Arsari Group, dia sedang membangun pabrik timah dengan investasi senilai Rp 400 miliar.

Hashim menjabat sebagai Komisaris Utama Arsari Group. Pabrik timah ini akan dibangun oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia, yang merupakan afiliasi dari Arsari Tambang, anak perusahaan Arsari Group.

Upacara groundbreaking pabrik dilaksanakan di Kawasan Industri Tunas Prima, Kota Batam, pada Jumat, 10 Mei 2024. Hashim menyatakan bahwa pabrik timah ini dibangun sebagai bentuk komitmen dari pihaknya untuk mendukung program hilirisasi pertambangan yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan akan dilanjutkan oleh Prabowo Subianto yang akan menjabat sebagai Presiden pada bulan Oktober setelah memenangkan Pemilu 2024.

“Program hilirisasi akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian kita,” ungkap Hashim seperti yang dikutip dari keterangan resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada hari Senin, 13 Mei 2024.

Hashim menyebutkan bahwa investasi PT Solder Tin Andalan Indonesia mencapai Rp 400 miliar, dengan rincian Rp 100 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 300 miliar untuk modal kerja. Perusahaan ini akan mempekerjakan 80 karyawan tetap dan 200 tenaga kontrak.

Target Hashim adalah mencapai omzet sebesar Rp 1,2 triliun per tahun dengan kapasitas produksi tin solder powder hingga 200 ton per tahun. Bahkan, dia berencana untuk mengembangkan kapasitasnya hingga 16 ribu ton per tahun.

“Perusahaan akan memproduksi 200 ton tin solder powder per tahun, dan akan meningkatkan produksinya hingga 16 ribu ton dengan omzet Rp 1,2 triliun per tahun,” jelas Hashim.

Produk dari PT Solder Tin Andalan Indonesia yang menggunakan bahan baku timah akan diproses untuk komponen elektronik dan ditujukan untuk diekspor ke Amerika, India, China, Taiwan, dan Eropa.

Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan hal penting untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Hilirisasi akan mendorong pembangunan ekosistem industri dalam negeri yang terintegrasi.

“Pemerintah telah mewajibkan hilirisasi untuk sektor pertambangan dan batu bara,” ujar Ansar.

Ansar juga mengapresiasi investasi yang ramah lingkungan dan sesuai dengan konsep energi hijau tersebut. Dia berharap investasi ini akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.

Share this Article
Leave a comment