INDORAYA – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi dalam pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) pengurus sekaligus rapat kerja tahun 2026. Agenda tersebut dilangsungkan di sebuah hotel di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (11/1/2026) sore.
Bangkit mengakui bahwa kegiatan tersebut diwarnai sejumlah dinamika. Namun, ia menilai hal itu sebagai bagian dari proses pendewasaan politik dan organisasi di tubuh PSI.
Menurutnya, dinamika yang muncul justru menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran penting bagi seluruh kader serta jajaran DPC PSI di Kota Semarang.
“Walaupun ada sedikit dinamika, kami meyakini hal itu semata-mata untuk pendewasaan organisasi. Partai yang ingin menjadi besar ibarat pohon yang makin tinggi akan makin banyak diterpa angin. Jadi, dinamika dalam dunia politik bagi kami merupakan hal yang biasa,” ujar Bangkit saat ditemui Indoraya.News usai acara, Minggu malam.
Saat ditanya terkait hasil sertijab dan rapat kerja tahun 2026 DPD PSI Kota Semarang, Bangkit menyebutkan bahwa hasil forum tersebut belum dapat disampaikan ke publik karena bersifat internal.
“Ini forum internal, sehingga hasilnya belum bisa kami sampaikan ke luar,” ucapnya.
Meski demikian, Bangkit menegaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus pada tahapan verifikasi dan faktualisasi (verfak) terkait kantor baru DPD PSI Kota Semarang.
“Ke depan kami akan menghadapi tahapan verifikasi faktual. Salah satu syaratnya adalah administrasi kantor, dan itu kami fokuskan untuk diselesaikan tahun ini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen DPD PSI Kota Semarang dalam menjalankan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk menjadikan Semarang sebagai “Kandang Gajah”.
Lebih lanjut, Bangkit memaparkan target politik PSI Kota Semarang ke depan. Melalui konsolidasi DPC serta hasil rapat kerja daerah (Rakerda), PSI Kota Semarang menargetkan perolehan 15 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029, atau meningkat dua hingga tiga kali lipat dari raihan kursi saat ini.
Bangkit juga menegaskan bahwa pelaksanaan Rakerda PSI Kota Semarang tetap terbuka bagi kader, simpatisan, jajaran DPC, hingga masyarakat umum.
Sebelumnya diberitakan, DPD PSI Kota Semarang menggelar sertijab pengurus sekaligus rapat kerja tahun 2026 di sebuah hotel di Jalan Gajah Raya, Minggu (11/1/2026) sore. Namun, agenda tersebut diwarnai kericuhan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengurus, kader, dan simpatisan dari beberapa DPC PSI di Kota Semarang terlibat aksi saling bentak. Bahkan, mereka diduga sempat saling melempar kursi di dalam aula hotel.
Situasi semakin memanas ketika sebagian peserta memilih keluar dari ruangan. Namun, ada pihak yang melarang mereka meninggalkan lokasi dan meminta tetap mengikuti forum, hingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Usai insiden tersebut, sejumlah peserta melakukan walk out sambil meneriakkan yel-yel, “Mosi Tidak Percaya DPD PSI Kota Semarang”.
Di depan aula hotel, teriakan tersebut kembali menggema dan menarik perhatian pihak keamanan karena dinilai mengganggu kenyamanan tamu. Massa kemudian diarahkan menuju area depan hotel.
Sekitar pukul 17.00 WIB, tampak karangan bunga bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Menolak Melly Pangestu sebagai Sekretaris DPD PSI Kota Semarang” yang mengatasnamakan loyalis PSI Jawa Tengah terpasang di depan hotel.
Sejumlah peserta yang melakukan aksi walk out juga membacakan pernyataan sikap terkait dinamika dan kondisi kepengurusan baru DPD PSI Kota Semarang.
“Kami Ketua DPC se-Kota Semarang, dari 13 DPC se-Kota Semarang, menyatakan mosi tidak percaya terhadap SK terbaru yang dikeluarkan oleh DPP,” ujar mereka secara kompak.
Usai membacakan pernyataan sikap, massa juga meneriakkan jargon partai, “Gajah! Kuat, bijak, setia!”


