INDORAYA – Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa menyatakan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau giat sea wall di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 tahun.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro saat audiensi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di Kompleks Kantor Gubernur, Selasa (9/12/2025).
Dikatakan dia, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut Pantura Jawa di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang. Teluk Semarang meliputi perairan di Kendal, Kota Semarang, dan sebagian Demak.
“Itu prioritas pertama. Dan kalau kita cermati ternyata di beberapa tempat lain termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan itu juga sudah luar biasa (dampak rob)” kata Suhajar.
Dia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Untuk percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan butuh waktu 8 tahun.
Pihaknya ingin keberagaman metode dalam pembangunan giant sea wall. Ada yang dibangun menggunakan full beton, namun ada juga yang hanya dengan penguatan ekosistem hutan mangrove.
“Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai,” ucapnya.
Saat ini, Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi (penyelidikan tanah) di Teluk Semarang dan Jakarta. Survei di Teluk Semarang sudah mencapai 70% lebih.
Setelah survei selesai, kemudian dilanjutkan pekerjaan konsultan, rencananya dimulai pada Januari 2026. Diperkirakan pekerjaan konsultan akan berjalan lebih kurang 6 bulan untuk merancang desain, sekaligus menghitung dampak-dampak sosialnya.
Diperkirakannya, dokumen akan lengkap pada Juli 2026. Kemudian akan dilakukan rapat dengan presiden, dan menteri. Bilamana disetujui, maka diharapkan ground breaking pembangunan tanggul laut dilakukan pada September 2026.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan, pihaknya membuka peluang pembangunan tanggul laut dengan skema hybrid sea wall (tanggul laut) di perisir Kabupaten Demak.
Usulan tersebut telah diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa. Pihaknya berharap hal tersebut dapat mengatasi masalah ganjir rob di Demak.
“Untuk hybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara,” kata Gus Yasin.
Untuk kesiapan teknis, Pemprov Jateng melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Sebab, Badan Otorita Pantura Jawa juga akan membentuk tim-tim di lapangan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah.


