Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Badan Geologi: Sebanyak 127 Gunung Api di Indonesia Masih Aktif
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

Badan Geologi: Sebanyak 127 Gunung Api di Indonesia Masih Aktif

By Redaksi Indoraya
Sabtu, 20 Des 2025
Share
4 Min Read
Erupsi dan aliran lahar gunung berapi Mauna Loa. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa Indonesia memiliki sekitar 500 gunung api, dan 127 di antaranya saat ini berstatus aktif.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Priatin Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa sejumlah gunung api bahkan masuk dalam kategori sangat aktif karena sering mengalami erupsi maupun peningkatan aktivitas vulkanik. Kondisi ini membuat pengawasan harus dilakukan secara intensif sepanjang tahun 2025.

“Sejumlah gunung api bahkan masuk kategori paling aktif karena kerap mengalami erupsi atau peningkatan aktivitas vulkanik sehingga memerlukan pemantauan ketat sepanjang 2025,” kata Hadi, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, hingga pertengahan Desember 2025 terdapat tiga gunung api yang berada pada Status Level III atau Siaga. Ketiganya adalah Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang bermukim di sekitar gunung api dengan status waspada hingga siaga diperkirakan mencapai sekitar 15 juta orang. Oleh sebab itu, kesiapan masyarakat menjadi aspek krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko bencana,” ujarnya.

Saat ini, Badan Geologi mengoperasikan sebanyak 74 pos pengamatan gunung api dan melakukan pemantauan secara real time terhadap 69 gunung api aktif di berbagai wilayah Indonesia. Pengawasan tersebut ditingkatkan menjelang akhir tahun seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan bersamaan dengan puncak musim hujan.

“Pemantauan diperketat menjelang akhir tahun seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan bertepatan dengan puncak musim hujan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa gunung api dengan tingkat aktivitas tinggi dan riwayat erupsi panjang antara lain Gunung Merapi, Gunung Semeru, Anak Krakatau, Gunung Kelud, dan Gunung Sinabung. Gunung-gunung ini dikenal sering mengalami letusan dengan karakteristik yang berbeda-beda.

“Gunung-gunung tersebut dikenal sering mengalami erupsi dengan karakteristik berbeda, mulai dari lontaran abu, awan panas guguran, hingga aliran lahar,” kata Hadi.

Sebagai contoh, Gunung Semeru tercatat beberapa kali mengalami erupsi pada awal Desember 2025. Pada Ahad (7/12/2025), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami empat kali letusan dengan tinggi kolom erupsi sekitar 1.000 meter di atas puncak. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, termasuk larangan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, serta pembatasan kegiatan dalam radius lima kilometer dari kawah akibat potensi lontaran material pijar.

Selain ancaman erupsi, Badan Geologi juga mengingatkan adanya potensi bahaya susulan seperti hujan abu dan aliran lahar, terutama saat curah hujan meningkat. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026 dan berpotensi memperbesar dampak aktivitas gunung api di kawasan rawan.

Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana geologi. Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api aktif untuk terus mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang guna menghindari risiko bencana.

TAGGED:Badan GeologiBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Nasional

Bulog Siapkan Distribusi 1,5 Juta Ton Beras SPHP Sepanjang 2026, Janji Penyaluran Tak Lagi Terputus

Senin, 12 Jan 2026
Nasional

Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kemenag Tegaskan Penentuan Tunggu Sidang Isbat

Senin, 12 Jan 2026
Nasional

Kemenhaj Mulai Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Perkuat Kesiapan Layanan Jemaah Haji

Minggu, 11 Jan 2026
Nasional

WALHI Tolak Proyek Sampah Jadi Energi, Nilai Dampak dan Beban Negara Tak Sebanding

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?