Ad imageAd image

Badai PHK Hantui Pabrik Tekstil Jateng Usai Dikabarkan Tutup, Apindo Respon Begini

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
2 Min Read
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi

INDORAYA – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantui para pekerja usai beredar pemberitaan bahwa sejumlah perusahaan tekstil di Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan tutup dan akan melakukan PHK massal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengakui bahwa belakangan ini banyak pabrik tekstil di kabupaten/kota di Jateng yang melakukan PHK massal.

Merespon kabar yang beredar, pihaknya tidak menampik. Bahkan Frans menyebut banyak pabrik tekstil lainnya yang sedang berjuang agar tidak mengalami nasib serupa. Saat ini dia tengah berkomunikasi dengan Apindo di daerah.

“Kita itu tetap berjuang terus, berusaha tak PHK karyawan, akan tetapi, iya rata-rata anggota Apindo di kabupaten/kota. Tapi saya belum tanya mereka secara jelas problemnya apa,” kata Frans saat dihubungi, Rabu (19/6/2024).

Meski membenarkan ada pabrik tekstil di Jateng yang tutup dan tengah diguncang badai PHK, dia mengaku belum tahu berapa jumlah buruh yang terkena dampaknya.

Namun, ia memastikan jika perusahaan tekstil yang masih beroperasi akan tetap berusaha agar tidak terjadi badai PHK susulan di pertengahan atau akhir tahun 2024 ini.

“Saya tak tahu betul jumlahnya berapa, angkanya itu (PHK), saya tak tahu pasti. Tetapi yang jelas, mereka anggota kita, dan kita sudah imbau kepada teman-teman, bisnis memang naik turun, kita berusaha bertahan. Namun, kalau tak bisa mau bilang apa,” ucap Frans Kongi.

Sementara Kepala Bidang Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Moh Wachju Alamsyah, irit bicara saat ditanya isu sejumlah perusahaan tekstil di Jateng yang tutup dan dihantui badai PHK.

“Kita belum dapat informasi dari kabupaten/kota,” jawabnya singkat saat dihubungi awak media.

Sebelumnya diberitakan, data Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menyebut ada lima pabrik tekstil besar di Jateng tutup per awal Juni 2024. Di antaranya PT S Dupantex (700 pekerja PHK), PT Kusumahadi Santosa (500 pekerja PHK), PT Kusumaputra Santosa (400 pekerja PHK), PT Pamor Spinning Mills (700 pekerja PHK) dan PT Sai Apparel (8.000 pekerja PHK).

Share This Article