Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Azhar Combo: Yayasan Akan Tindak Tegas Jika Dosen Terbukti Bersalah
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Azhar Combo: Yayasan Akan Tindak Tegas Jika Dosen Terbukti Bersalah

By Dickri Tifani
Senin, 15 Sep 2025
Share
4 Min Read
Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Drs. H. Azhar Combo. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Drs. H. Azhar Combo, turun langsung menemui peserta aksi solidaritas dan doa bersama untuk dr Astra dan dr Stefani, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Muhammad Dias Saktiawan.

Aksi tersebut digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran Unissula di RSI Sultan Agung, Semarang, pada Minggu (14/9/2025).

Dalam pernyataannya di hadapan massa, Azhar Combo menyampaikan keprihatinannya atas ramainya pemberitaan yang muncul terkait kasus ini. Ia menyinggung cara media memberitakan persoalan tersebut.

“Media senang sekali kalau ada kalian begini. Media senang sekali. Tapi kita yang harus tahu diri. Tidak ada hentinya kalau kita begini terus,” ujarnya.

Azhar pun mengimbau agar seluruh pihak dapat mengakhiri polemik yang berkembang. Ia menekankan pentingnya menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada yayasan demi menjaga nama baik RSI Sultan Agung dan Unissula.

“Ayo, Bismillah, kita akhiri. Ya mas, kita akhiri ya. Demi kebaikan RSI Sultan Agung dan Unissula. Sebaiknya kita mendukung pengurus dan pembina untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan diperpanjang,” pintanya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian akan dilakukan secara internal oleh pihak yayasan. Bila terbukti bersalah, pelaku akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan yayasan maupun rumah sakit.

“Mana yang salah, kita tindak. Sanksi itu pasti, sudah ada aturannya. Di yayasan ada aturannya, di rumah sakit juga ada aturannya. Mana yang salah, nanti kita periksa,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan oleh Muhammad Dias Saktiawan terhadap dua tenaga kesehatan di RSI Sultan Agung telah menjadi perhatian masyarakat. Aksi solidaritas pun digelar oleh IKA Kedokteran dan sejumlah tenaga medis sebagai bentuk dukungan terhadap dr Astra dan dr Stefani.

Kegiatan dimulai dengan doa bersama di Masjid Hamidun yang dihadiri oleh jajaran yayasan dan manajemen RSI. Namun, saat tausiyah berlangsung, beberapa peserta aksi tiba-tiba membentangkan spanduk berisi tanda tangan dukungan dan menyerukan agar kasus kekerasan diusut hingga tuntas.

Tindakan tersebut langsung ditanggapi oleh pihak keamanan dan manajemen rumah sakit yang meminta agar peserta tidak menggelar orasi atau membuka spanduk di dalam masjid karena acara keagamaan masih berjalan.

Setelah itu, massa berpindah ke luar masjid, namun tetap berada di area RSI Sultan Agung. Mereka duduk membentuk lingkaran dan menyimak penjelasan dari Ketua Komite Medik RSI, dr Pudjiati Abbas Sp.A.

Usai kegiatan, peserta aksi bergerak ke halaman rumah sakit sambil menyuarakan yel-yel seperti “takbir”, “hidup mahasiswa”, dan “usut tuntas”. Mereka kembali membentangkan spanduk sebagai bentuk desakan terhadap penegakan hukum. Dalam situasi ini, Ketua Pembina YBWSA, Azhar Combo, akhirnya hadir langsung menemui para peserta aksi.

Sementara itu, dr Pudjiati Abbas menegaskan bahwa meskipun sempat dilakukan mediasi, tindakan kekerasan tetap harus diproses secara hukum. Terlebih lagi, pelaku memiliki latar belakang di bidang hukum, sehingga seharusnya memahami implikasi dari tindakannya.

“Sebagai hamba Allah itu memang saling memaafkan. (Tapi) tindakan kekerasannya tetap harus proses. Karena ini negara hukum, tidak ada yang kebal hukum kan? Apalagi, yang bersangkutan (Muhammad Dias Saktiawan) latar belakangnya adalah dosen hukum. Harusnya tahu hukum kan?” tegas dr Pudjiati saat ditemui Indoraya.News usai aksi, Minggu.

TAGGED:Azhar ComboUnissula Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang

Selasa, 13 Jan 2026
Semarang

Puluhan Anak Lintas Agama di Semarang Belajar Nilai Keberagaman Lewat Sapta Darma

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

1.013 RTLH di Semarang Direnovasi pada 2025, Alokasi Tahun Ini Berkurang

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut Gegara Cuaca Ekstrem, Pemkot Beri Bantuan

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?