Ad imageAd image

Ayah di Banten Perkosa Anak Kandung Hingga Puluhan Kali

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 955 Views
2 Min Read
Ilustrasi

INDORAYA – Seorang ayah kandung berinisial JI (42) di Serang, Banten ditangkap polisi diduga memperkosa anak kandungnya yang berusia 14 tahun hingga puluhan kali.

Kasat Reskim Polres Cilegon, AKP Mochamad Nandar mengatakan bahwa perbuatan JI itu telah dilakukannya sejak 2019 hingga saat ini. Katanya, JI melakukan aksi bejatnya ketika istri tertidur.

“Kronologi kejadian sekitar tahun 2019 pelaku tertidur di ruang tamu dan pada saat tengah malam tiba-tiba pelaku terbangun dari tidur dan melihat di sampingnya ada korban sedang tertidur, pada saat itu tiba-tiba pelaku terangsang melihat korban yang sedang tertidur tersebut,” ungkapnya, Minggu (12/3/2023).

Ketika pelaku melakukan aksinya, kata Nandar, korban juga sempat kaget dan meminta pelaku agar tidak melakukannya.

- Advertisement -

“Kemudian pelaku langsung melakukan perbuatan tidak senonoh pada korban namun tiba-tiba korban bangun dari tidurnya dan kaget sambil mengatakan ‘Jangan, Bah (Abah)’,” jelas Nandar.

Meski begitu, JI tetap melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut. Pelaku juga meminta korban untuk tidak menceritakan itu ke orang lain.

“Namun pelaku tetap melakukan perbuatan tersebut pada korban dan sebelum kembali tidur mengatakan kepada korban jangan bilang kepada siapapun atas perbuatannya namun korban tidak menjawabnya,” jelasnya.

Perbuatan tersebut tidak diketahui sang istri, akhirnya pelaku memperkosa kembali anak kandungnya. Pada 2020, pelaku memperkosa korban sampai pulan kali, baik di rumah pelaku sendiri maupun di rumah orang tua pelaku.

“Sekitar tahun 2020 malam hari pelaku kembali melakukan perbuatannya tidak senonoh pada korban terbangun dan berusaha menghindar akan tetapi pelaku tetap memaksa perbuatan bejat pelaku,” ungkapnya.

Pada akhir Febuari 2023, lanjut Nandar, akhirnya ibu korban mengetahui dan melaporkan kejadian itu usai diceritakan anaknya.

“Perbuatan pelaku terhadap korban ini dilakukan secara terus menerus, menurut pengakuan pelaku dilakukan semenjak tahun 2019 hingga bulan Februari tahun 2023 dengan cara yang sama ketika istri dan anak-anaknya tertidur,” tuturnya.

Share this Article
Leave a comment