Ad imageAd image

Atap Pasar Johar Bocor, Ini Penjelasan Kadisdag Kota Semarang

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 93 Views
2 Min Read
Bangunan Pasar Johar Cagar Budaya Kota Semarang.

INDORAYA – Para pedagang mengeluhkan terkait atap bangunan Pasar Johar Gedung Cagar Budaya di Kota Semarang yang bocor. Padahal bangunan megah tersebut baru saja selesai dibangun oleh Pemkot Semarang, dan sempat diresmikan Presiden Jokowi belum lama ini.

Salah satu keluhan tentang bocornya atap gedung Pasar Johar, disampaikan akun Facebook Usman Uuk di grup Mik Semar beberapa waktu lalu.

Dalam unggahan akun itu ditulis “Pasar Johar lama kelihatannya bagus, tapi pada bocor semua kalau hujan. Sudah beberapa kali lemot komplainnya, harus mengadu ke mana lagi. Pihak pengelola pasar tak menggubris lagi pengaduan kepada pedagang Pasar Johar. Bangunan bocor, tak hujanpun menetes air, tolonglah dicek”.

Unggahan masalah atap bocor tersebut juga disertai video yang memperlihatkan beberapa lapak pedagang di Pasar Johar terkena imbas kebocoran atap saat hujan deras.

Saat hal itu ditanyakan pada Surahman selaku Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Rayon Pasar Johar, pihaknya mengatakan belum mengetahui tentang video yang turut diunggah oleh akun media sosial milik salah satu pedagang tersebut. Bahkan Surahman menyerahkan masalah tersebut kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Kalau gedung bocor itu urusan dinas, saya gak mau tahu. Bocornya gimana juga saya nggak tahu,” ujar Surahman saat ditemui halosemarang.id, Selasa (15/2/2022).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nur Kholis menjelaskan, untuk masalah bangunan akan diselidiki apakah permasalahannya soal pemeliharaan atau ada masalah yang lainnya. Dia mengatakan, pihaknya juga akan melihat dari kasus per kasus, apakah masih dalam pemeliharaan kontraktor yang lama atau yang baru. Nur Kholis juga mengatakan, pihaknya telah membuat management building untuk pemeliharaan bangunan cagar budaya tersebut.

“Tentunya kalau terkait dengan bangunan cagar budaya, ke depan kita sudah siapkan management buildingnya, karena bangunan cagar budaya itu punya karakteristik yang khusus,” ungkapnya.

“Tapi kalau kebocoran ini masuk dalam ranah pemeliharaan, bisa kita gunakan rekanan yang lama,” ujar Nur Kholis.(IR)

Share this Article