INDORAYA — Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang menargetkan tingkat hunian mencapai 95 persen.
Executive Assistant Manager Aston Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati, menyebutkan bahwa okupansi diprediksi meningkat pada periode Nataru karena berbarengan dengan liburan sekolah. Namun, hingga saat ini tingkat keterisian kamar masih berada di bawah 70 persen.
“Pada tahun-tahun sebelumnya okupansi kami selalu bagus, dan tahun ini on the book sementara memang masih di bawah 70 persen. Namun kami optimistis seluruh hotel di Kota Semarang nantinya akan mengalami peningkatan okupansi,” ujar Yuliani saat ditemui Indoraya.News di Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang, Rabu (10/12/2025) malam.
Ia menilai bahwa masa liburan sekolah, cuti panjang, dan momentum pergantian tahun kerap menjadi faktor pendorong tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Semarang. Baik keluarga, perusahaan, maupun berbagai kelompok tamu lainnya biasanya menjadikan Semarang sebagai destinasi menginap.
“Puncak kunjungan biasanya terjadi pada tanggal 25–26 Desember, kemudian berlanjut hingga akhir bulan. Peak tertinggi tetap di tanggal 31 dan 1 Januari,” jelasnya.
Untuk reservasi khusus malam Tahun Baru, Yuliani mengatakan bahwa saat ini tingkat okupansinya masih sekitar 50 persen.
“Untuk tanggal 31 masih 50 persen, belum terlalu terlihat peningkatannya. Tapi Semarang ini biasanya banyak pemesanan last minute, jadi lonjakannya sering baru terlihat mendekati hari H,” katanya.
Yuliani juga membandingkan kondisi okupansi pada periode Nataru 2024 dan 2025, serta mengakui adanya penurunan.
“Jika dibandingkan 2024, memang ada sedikit penurunan. Namun kami tetap optimis akhir tahun ini dapat ditutup dengan okupansi yang baik. Harapan kami seluruh pelaku perhotelan, bisnis perhotelan di Semarang tetap stabil di 2026, dan Aston Inn terus menjadi pilihan utama para tamu,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar tamu Aston Inn berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sementara wisatawan mancanegara tidak terlalu mendominasi, tetapi segmen tamu korporasi cukup besar, terutama karena keberadaan Kawasan Industri Batang (KIB).
Sejumlah perusahaan yang mendatangkan tenaga kerja asing—mulai dari Korea, Jepang hingga Tiongkok—banyak menempatkan para ekspatriatnya untuk long stay di Aston Inn seiring pesatnya pembangunan industri di kawasan tersebut.
“Jadi kami memiliki beberapa tamu dari market tersebut,” ungkapnya.
Untuk pencapaian akhir tahun, pihak hotel menargetkan okupansi Aston Inn Pandanaran Semarang mencapai 95 persen.
“Harapannya, pada tanggal 31 kami bisa mencapai 100 persen. Secara keseluruhan di bulan Desember, minimal kami ingin mencapai 95 persen. Semoga bisa terealisasi. Saat ini kami memiliki 175 kamar,” pungkasnya.


