Ad imageAd image

ASN Jateng Dilarang Foto Pakai Gaya ‘Saranghaeyo’ dan ‘Peace’, Langgar Netralitas Pemilu

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 801 Views
3 Min Read
Poster sejumlah pose foto yang dilarang untuk ASN. (Foto: tampilan layar @kominfo.jateng)

INDORAYA – Sejumlah akun media sosial milik Organisasi Perangkat Daeah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengunggah poster yang berisi larangan sejumlah gaya atau pose berfoto bagi seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jateng.

Dalam poster itu disebutkan 10 gaya foto yang dilarang ASN untuk diunggah di media sosial menjelang Pemilu 2024. Larangan tersebut bertujuan agar ASN tetap menjaga netralitas dan tidak menunjukkan keberpihakan pada peserta Pemilu.

Dari 10 gaya foto yang dilarang, dua di antaranya sering digunakan pengguna media sosial. Yakni pose foto simbol jari yang membentuk ‘saranghaeyo’ dan pose dua jari atau ‘peace’.

BACA JUGA:   10 Juta Batang Rokok Ilegal di Jateng dan DIY Dimusnahkan, Kerugian Negara Rp 7,89 Miliar

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Rahmah Nur Hayati mengatakan, larangan pose itu sebagai bentuk menjaga netralitas ASN pada momen Pemilu 2024. ASN diminta tidak berpihak demi menjaga kondusivitas Pemilu.

Dia menilai, apabila ASN Pemprov Jateng berfoto menggunakan pose yang masuk dalam larangan, maka publik bisa menyalahartikannya sebagai bentuk dukungan terhadap calon maupun partai politik tertentu.

“Di tahun politik biar tidak salah persepsi, ketika kita acungkan jempol dikira ‘satu’, pose ‘I love you’ dikira dua. Perilaku kita kan sekarang teramati semua apalagi ASN, hati-hati untuk netralitas, kita harus menjaga,” ujar Rahmah saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:   Rapat Paripurna DPRD Jateng Bentuk Pansus Pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah

Lebih lanjut, meskipun pose itu sudah lumrah digunakan ASN di media sosial, ASN harus tetap memperhatikan larangan itu. Pasalnya masyarakat yang melihat bisa memiliki persepsi yang berbeda.

“Yang terpenting hati-hati sekali untuk netralitas, kita harus menjaga. Meskipun kita sudah biasa dengan budaya (pose) tertentu, tetapi kan orang bisa mengartikannya berbeda,” imbuh Rahmah.

Dia menegaskan apabila ada ASN yang menggunakan pose foto yang dilarang dan mengunggahnya di media sosial, pihaknya tidak ragu untuk memberikan sanksi, baik teguran hingga administratif.

“Jangan posting di foto dengan pose yang dilarang, ini imbauan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, nanti orang pada salah paham. Orang lain menilai berbeda kan bisa saja. Sekarang kita hati-hati dalam bersikap, bertutur kata, jangan sampai diasumsikan memihak kepada salah satu pasangan,” tegasnya.

BACA JUGA:   Partai Buruh Masih Bimbang Dukung Paslon Nomor Urut 2 Atau Paslon Nomor 3

Dalam mengawasi sikap ASN di media sosial menjelang Pemilu, BKD Jateng bekerja sama dengan jajaran Bawaslu. Adapun untuk penindakan bagi yang melanggar, dilakukan dalam beberapa tahapan.

“Pemberian sanksi hukuman bagi yang melanggar itu ada, tetap diberlakukan. Bawaslu melapor ke KASN, KASN memberi rekomendasi ke BKD untuk menindaklajuti,” tegas Rahmah.

“Kalau melihat ASN nya melanggar, diingatkan. Kalau ada kesengajaan, mulai dari teguran lisan, tertulis, ada tahapannya,” imbuhnya.

Share this Article