INDORAYA – Pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga memunculkan potensi penyalahgunaan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten deepfake.
Kasus serupa yang sebelumnya pernah terjadi di Kota Semarang kini kembali mencuat. Media sosial Instagram digegerkan oleh dugaan pembuatan konten asusila hasil rekayasa AI yang dikaitkan dengan asisten pribadi seorang anggota DPRD Jawa Tengah.
Seorang perempuan di Kota Semarang melalui akun Instagram, @khoerun23nisa, diduga menjadi korban pembuatan konten video asusila hasil rekayasa AI dan menyuarakan apa yang dialaminya.
Kronologi kejadian viral setelah diunggah oleh akun ini yang berkolaborasi dengan akun @dinaskegelapan_kotasemarang.
“IJINKAN SAYA SPEAK UP ATAS KEJAHATAN ORANG LAIN YANG MELECEHKAN SAYA MELALUI FOTO SAYA YANG DIEDIT PAKAI AI menjadi video 18 +”
“BENCANA GENERASI INDONESIA.AI BUKAN BUAT EDUKASI TAPI BUAT NAFSU PRIBADI”
“TIDAK ADA RUANG AMAN BAGI PEREMPUAN”
“SAYA MAU SPEAK-UP SOAL PELECEHAN MELALUI AI (ARTIFICIAL INTELLEGENENCE)”
“Beberapa hari yang lalu saya dikirim video berupa video durasi 10 detik dan itu pakai foto saya”
“Saya syok dan saya takut. Ada orang sejahat itu. Ngedit foto dibikin video jadi video syur”
“SETELAH SAYA TANYA BAIK-BAIK KE PELAKU. DALAM KONDISI DOWN. SAYA MENCOBA CALM DAN BERANI.
KENAPA KAMU MELAKUKAN ITU. PADAHAL KAMU ORANG BAIK?
DIA JAWAB DENGAN ENTENG DAN MUDAHNYA TANNPA DOSA DAN SEENAKNYA SENDIRI”
Akun tersebut kemudian mengungkap identitas terduga pelaku, yang disebut merupakan asisten pribadi seorang anggota DPRD Jateng berinisial J.K.P.R.N.
“Yang lebih GONGNYA LAGI DIA ITU ASISTEN PRIBADI SALAH SATU ANGGOTA DPRD NAMANYA PAK J.K.P.R.N,” tulisnya dalam Instagram Story.
Korban menyatakan bahwa pelaku mengambil fotonya dari Instagram. Meskipun fotonya menampilkan dirinya mengenakan kerudung, pelaku diduga memodifikasinya menggunakan teknologi AI.
Diduga pula bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi ada sejumlah perempuan lain yang foto-fotonya turut diedit tanpa izin.
“DIA MENCURI FOTONYA MELALUI INSTAGRAM. PADAHAL FOTO SAYA BERKERUDUNG DAN SOPAN. TAPI DINODAI OLEH TANGAN DAJJAL DEMI NAFSUNYA DIA SENNDIRI.DAN KABARNYA BUKAAN HANYA FOTO SAYA.ADA BEBERAPA FOTO PEREMPUAN YANG DIEDIT”
“BERKALI-KALI LIAT VIDEO SAYA. SAYA MERASA SYOK DAN YA ALLAH ADA ORANG SETEGA ITU DAN SEJAHAT ITU,” tulisnya lagi.
Korban menjelaskan bahwa terduga pelaku berdomisili di Kota Semarang, dan ia mengenalnya sejak keduanya aktif dalam Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) Jawa Tengah.
“DULU DIA DI SEMARANG DAN DULU DI PKKP JAWA TENGAH. SAAT ITU SAYA JUGA DI PKKP JAWA TENGAH,” ujarnya.
Upaya untuk menghubungi korban dilakukan oleh wartawan, namun ia meminta agar pernyataan resmi disampaikan oleh kuasa hukumnya.
“Nanti LBH kampus saya yang akan memberikan keterangan,” jawabnya melalui WhatsApp, Minggu (7/12/2025).
Pernyataan Pelaku
Sebuah video berdurasi 1 menit 1 detik yang beredar di media sosial menampilkan terduga pelaku pembuat video asusila hasil rekayasa AI. Terduga berinisial GBP menyampaikan permintaan maafnya.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, disini saya ingin menyampaikan surat permohonan maaf dan sekaligus surat agar kejadian ini menjadi pembelajaran Saya atas kesalahan yang saya perbuat. Dan kepada korban segera diberikan pemulihan atas tindakan yang saya lakukan,” ujarnya dalam video tersebut.
Indoraya.news juga berusaha meminta tanggapan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial J.K.P.R.N. yang disebut dalam unggahan korban, tetapi hingga kini ia belum memberikan respons.
Hal serupa terjadi ketika Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin, dimintai komentar. Hingga berita ini diterbitkan, keduanya masih belum menanggapi pesan yang dikirimkan Indoraya News.


