Ad imageAd image

Apindo Jateng Netral di Pilpres 2024 Tapi Bakal Pilih Kandidat yang Pro Investasi

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 790 Views
3 Min Read
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Frans Kongi. (Foto: Dok. Pribadi)

INDORAYA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) memilih netral atau tidak menyatakan dukungan secara terbuka terhadap salah satu pasangan calon tertentu dalam Pilpres 2024.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan, sikap netral karena di perusahaan tidak boleh ada aktivitas kampanye maupun alat peraga yang menunjukkan dukungan terhadap calon tertentu.

Meski begitu, kata Frans, para pengusaha yang tergabung dalam Apindo Jateng bakal memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang pro investasi dan meneruskan pembangunan ekonomi.

“Di perusahaan tak boleh ada kampanye, poster enggak boleh, kita sudah sepakati kita netral. Tapi bukan berarti tak punya pilihan. Kita lihat calon yang pro investasi, meneruskan pembangunan yang bisa mengundang investasi sebanyak-banyaknya ke negara kita supaya kesejahteraan meningkat,” katanya.

BACA JUGA:   ASN Jateng Dilarang Foto Pakai Gaya 'Saranghaeyo' dan 'Peace', Langgar Netralitas Pemilu

Menurutnya, paslon yang pro terhadap investasi dapat mengangkat kesejahteraan rakyat. Apalagi saat ini banyak investor yang masih wait and see.

“Tapi kalau tanya calon siapa, kita enggak bisa sebutkan. Dan karena ini mau pergantian pemerintah, banyak investor yang wait and see, terutama investor asing,” ucap Frans.

Di luar itu, Apindo Jateng mendorong 1.350 pengusaha yang berada di bawah organisasinya memberikan libur kepada karyawan atau buruh saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

Pihaknya telah mengingatkan para pengusaha agar tidak menghalangi hak pilih karyawanya. Oleh sebab itu Apindo mendorong para pengusaha di 35 kabupaten/kota bisa memberikan libur penuh saat Pilpres 14 Februari nanti.

BACA JUGA:   PPDB SMA/SMK Negeri Jateng Usai, Masih Ada 169 Kursi Siswa yang Kosong

“Kita semua tahu, 14 Februari merupakan libur resmi pemerintah, dan kita dorong semua karyawan gunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Maka jangan sampai ada yang tidak gunakan hak pilihnya,” kata dia.

Meski begitu, ketika ada perusahaan yang tidak mengizinkan libur bagi karyawan, pengusaha bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan pekerja agar tidak mengalami hak pilih dalam pesta demokrasi.

“Ya mungkin juga pas tanggal pemilu ada perusahaan harus penuhi target, misalnya ekspor. Tapi pengusaha dan pekerja harus berunding. Cari jalan tengah dan terbaik tanpa kurangi hak pekerja untuk laksanakan hak pilih. Jangan sampai ada karyawan tak bisa memilih,” katanya.

BACA JUGA:   El Nino Diprediksi Bakal Turunkan Volume Ikan Budidaya di Jateng Hingga 30 Persen

Jalan tengah tersebut, kata Frans, bisa dengan meminta karyawan masuk kerja mulai siang hari atau minimal seusai pencoblosan. Sehingga target ekspor masih bisa dikejar dan hak karyawan untuk memilih tak hilang.

“Silahkan nanti berundingnya bagaimana, mereka bisa atur sendiri. Namun pada prinsipnya, semua karyawan harus gunakan haknya. Pengusaha tak bisa satu sepihak untuk memaksa karyawan tak melakukan haknya. Dan harapan kami saat coblosan aman, tertib, jujur, dan adil,” tandas Frans.

Share this Article
Leave a comment