Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Usai Menyala Ratusan Tahun, ESDM Jateng Lakukan Investigasi
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Usai Menyala Ratusan Tahun, ESDM Jateng Lakukan Investigasi

By Lu'luil Maknun
Kamis, 05 Feb 2026
Share
3 Min Read
Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan yang telah menyala ratusan tahun dilaporkan padam sejak awal 2026. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan investigasi lapangan untuk memastikan kondisi dan penyebabnya.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyatakan timnya telah diterjunkan ke lokasi untuk memverifikasi apakah api benar-benar padam total atau hanya mengalami pengecilan nyala.

“Kami baru mengirim tim hari ini ke lapangan. Apakah betul-betul mati atau mengecil, itu masih kita cek. Yang jelas ini faktor alam, karena nyalanya sudah ratusan tahun,” ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penyelidikan akan dimulai dengan menelusuri sumber gas alam yang menjadi bahan bakar api tersebut.

Adapun dugaan sementara penyebab padamnya api adalah terganggunya aliran gas akibat proses alam dalam jangka panjang, seperti sedimentasi yang menutup saluran atau rekahan tempat gas keluar.

“Bisa jadi karena perjalanan waktu, ada crack atau sumber keluarnya api itu mengalami gangguan. Bisa karena sedimentasi, kerak-kerak yang menutup saluran, sehingga alirannya terganggu,” jelas Agus.

Tim ESDM akan mengupayakan penelusuran jalur gas dan pembersihan jika ditemukan sumbatan. Opsi pembuatan sumur bantu juga dipertimbangkan selama potensi gas di reservoir bawah tanah masih ada. Namun, Agus mengingatkan sifat alamiah sumber energi tersebut.

“Di dunia ini tidak ada yang abadi, gas itu sumber energi yang tidak terbarukan. Kalau dimanfaatkan terus-menerus, seperti tambang atau minyak, ya lama-lama habis,” ucapnya.

Dijelaskan, peristiwa serupa ternyata pernah terjadi sekitar tahun 2020. Saat itu, api berhasil dinyalakan kembali setelah dilakukan restorasi pada jalur rekahan gas yang terganggu.

“Pernah terjadi juga sebelumnya, lalu kita restorasi sumbernya. Itu sekitar tahun 2020,” kata Agus.

Kejadian ini, menurutnya, menunjukkan perlunya pemeliharaan dan pemantauan berkala terhadap sumber gas tersebut.

“Sebetulnya harus ada maintenance terhadap sumber gas itu. Jalur yang dilalui lewat rekahan-rekahan itu tertutup karena pelapukan kimia dan fisika. Salurannya mengecil, ditambah potensi tekanan gas dari sumbernya juga menurun,” jelasnya.

Menanggapi legenda masyarakat yang mengaitkan api ini dengan Sunan Kalijaga, Agus memberikan penjelasan ilmiah. Fenomena Api Abadi Mrapen berasal dari gas alam yang keluar dari reservoir di bawah permukaan melalui rekahan geologi.

“Kalau secara ilmiah, gampangannya sama seperti mata air. Kalau air ada akuifer, kalau migas itu ada reservoir. Gas keluar lewat crack atau rekahan-rekahan struktur yang berkembang di situ,” terang Agus.

Selain faktor alam, aktivitas warga sekitar yang memanfaatkan gas untuk memasak juga diduga berpengaruh terhadap tekanan gas dari reservoir. Saat ini, fokus ESDM adalah menilai apakah sumber gas tersebut masih memungkinkan untuk dipulihkan agar api dapat kembali menyala.

TAGGED:api abadi mrapen groboganapi abadi mrapen padamBerita Jateng TerbaruDinas ESDM Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Olahraga

KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?