INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan postur anggaran hampir Rp5,9 triliun, seluruh organisasi perangkat daerah diminta meninggalkan pola kerja administratif dan fokus pada program yang berdampak nyata.
Penegasan ini disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat memimpin Apel Komitmen Integritas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Kota Semarang di Halaman Balai Kota, Jumat (2/1/2026).
“Hari ini adalah titik mulai tahun kerja 2026. Kita sepakat untuk bekerja cepat, bekerja yang memberi dampak bagi masyarakat, dan bekerja lurus,” ujar Agustina kepada ASN Pemkot Semarang.
Dia menekankan, tantangan pengelolaan anggaran tahun ini tidak ringan. Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang tumbuh 12 persen pada tahun sebelumnya, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat menuntut seluruh ASN bekerja lebih cermat, efektif, dan efisien dalam merancang serta mengeksekusi program.
Menurutnya, APBD tidak boleh berhenti pada angka serapan atau laporan kinerja di atas kertas, tetapi harus menjelma menjadi solusi konkret bagi persoalan warga.
“Saya ingin menegaskan, Januari bukan bulan pemanasan, tetapi bulan memulai eksekusi anggaran. Tidak ada lagi ruang untuk sekadar mengejar serapan atau sekadar rapi di atas kertas. Yang kita kejar yakni kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dengan akuntabilitas yang kuat,” imbuh Agustina.
Apel ini diikuti oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang memegang peran strategis dalam pelaksanaan program. Penandatanganan pakta integritas disebut Agustina sebagai kontrak moral sekaligus kontrak kinerja yang mengikat tanggung jawab ASN kepada publik.
“Pakta integritas yang pagi ini kita baca bersama adalah kontrak moral sekaligus kontrak kinerja. Kontrak antara ASN dengan negara, dengan masyarakat, dan dengan hati nurani masing-masing. Bapak-Ibu semua adalah aktor utama apakah APBD menjadi solusi atau justru hanya berhenti sebagai laporan administratif semata,” katanya.
Menariknya, apel digelar dengan seluruh peserta mengenakan busana hitam-putih. Agustina menjelaskan, simbol tersebut mencerminkan sikap tegas pemerintah kota dalam pengelolaan anggaran yang bersih dan berintegritas.
“Busana hitam putih yang dikenakan hari ini adalah penegasan sikap bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan anggaran, kita memilih jalan putih yaitu jalan yang bersih dan jujur. Kita menjauhi hitam dengan setiap bentuk penyimpangan, serta tidak memberi ruang bagi grey area atau area abu-abu, area kebimbangan dalam integritas,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Agustina meminta seluruh jajarannya menjadikan 2026 sebagai tahun kerja nyata sejak hari pertama, sekaligus meninggalkan jejak pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Semarang.
“Mari kita buktikan bahwa Pemkot Semarang mampu bekerja bersih dan bermartabat. Masyarakat tidak menunggu laporan kita, yang mereka tunggu adalah hasil nyata kerja kita sejak hari pertama,” pungkas Agustina.


